Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Kab. Solok Selatan - 15/03/2013 09:54 WIB

Bupati: Alat Berat Penambang Liar Dibeking Aparat

Padang Aro, Sumbar, (Antara Sumbar) - Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengatakan, alat berat yang beroperasi untuk penambangan liar di daerah itu dibeking oknum aparat yang beragam jenis dan pangkat.

"Solok Selatan dikenal dengan penjahatnya penambangan liar, karena ada pembiaran alat berat yang diduga dibeking oknum yang beragam jenis dan pangkatnya, baik tingkat daerah, provinsi, hingga pusat yang membuat negara rugi puluhan triliun, sebab ratusan ton emas, selama tiga tahun lebih dikuras tambang ilegal", kata dia di aula Kantor Bupati Padang Aro saat sosialisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), Jumat (15/3).

Dia mengatakan, pemerintah kabupaten bertekad "membumi hanguskan" aktivitas penambangan liar yang sudah merampok dan menjarah kekayaan Solok Selatan.

"Solok Selatan memang disebut sebagai daerah terkaya di sumbar, tetapi semuanya dikuras dan dijarah oknum pejabat aparat yang beragam warna bajunya," kata dia.

Pada aktivitas penjarah kekayaan Solok Selatan itu kata bupati, tidak sedikitpun konstribusi untuk daerah, dan parahnya akibat trailer serta truck pengangkut alat berat dan hasil bumi, jalan di daerah itu hancur.

Dia mengungkapkan, bermacam stiker menempel di ekskavator yang diduga dari pembeking penambangan liar.

"Mereka itu hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya untuk itu harus dibumi hanguskan dari tanah Sarantau Sasurambi ini," katanya.

Dikatakannya, oknum yang hanya memikirkan diri sendiri itu sudah berprilaku seolah-olah emas di daerah ini miliknya.

"Penambang liar harus dibumi hanguskan dari Solok Selatan, karena telah merusak lingkungan dan menjarah kekayaan alam yang ada tanpa konstribusi kepada daerah," kata dia.

Dia menyebutkan, WPR sedang diusulkan ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tetapi hingga kini belum disetujui.

"Untuk mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR) harus ada terlebih dulu WPR dan itu belum dikeluarkan oleh Kementerian ESDM dan DPR RI oleh karena itu pemerintah kabupaten belum bisa mengeluarkan IUPR," jelasnya.

Walaupun hingga sekarang izin ini belum dikeluarkan katanya, pihaknya tidak boleh menyerah jika perlu bersama-sama mendesak pemerintah pusat untuk menyegerakannya.

"Saya sudah- berkali-kali mengirimkan surat ke Kementerian ESDM, tetapi belum ada tanggapan. Untuk itu kita tidak boleh menyerah dan mari bersama-sama desak pemerintah pusat agar segera mengeluarkannya," ujar dia.

Ditambahkan, wilayah Solok Selatan sendiri mempunyai potensi WPR dalam jumlah hektaran di Kecamatan Sangir, Sangir Balai janggo, Sangir Batang Hari, Koto Parik Gadang Diateh dan Sungai Pagu.

"Sebelum WPR dikeluarkan, segala aktivitas penambangan liar wajib dihentikan karena jumlahnya sudah ratusan dan puluhan ton emas dirampok," tambah dia. (**/rik/wij)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Lulus PTN Jadi Acuan Penghargaan UN

PERSPEKTIF

Masyarakat Tunggu Janji Parpol

Oleh: Ahmad Buchori

Pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sepertinya bakal menghadapi sejumlah tantangan berat, sehingga keseriusan dan fokus penyelenggara negara..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Kab. Solok Selatan - 19/04/2014 08:31 WIB WIB

KPU Solok Selatan Batalkan Pemilihan Ulang..


Kab. Solok Selatan - 18/04/2014 05:59 WIB WIB

KPU Gelar Pemilu Ulang di 11 TPS..