Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Kab. Tanah Datar - 10/12/2012 08:55 WIB

Kejari Batusangkar Tangani Dua Kasus Korupsi 2012

Batusangkar, (Antara Sumbar) - Kejaksaan Negeri Batusangkar, Sumatera Barat, selama 2012 menangani dua perkara korupsi.

"Selama tahun 2012, kita menangani dua perkara korupsi diamana satu perkara dalam tahap penyidikan dan satu perkara lagi tahap penyelidikan," ungkap Kajari Batusangkar Mariah Ulfa didampingi Kasi Pidana Khusus Mardanos di Batusangkar, Senin.

Ia menyebutkan, satu perkara korupsi dalam tahap penyidikan adalah dugaan adanya indikasi korupsi pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Nagari Taluak Kecamatan Lintau Buo. Dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumbar tersebut sebesar Rp150 juta pada 2009 dan Rp75 juta pada 2010.

Sementara satu lagi perkara korupsi tahap penyelidikan adalah bantuan dana sosial dari pemerintah pusat untuk pengelolaan hewan ternak sapi di Kelompok Tani Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara. Dana bantuan tersebut berjumlah Rp285 juta.

Di sisi lain, tambahnya, dalam memperingati Hari Antikorupsi Internasional, Kejari Batusangkar telah melaksanakan apel bersama untuk mendengarkan amanat Kepala Kejaksaan Agung RI, Basrief Arief.

Ia mengatakan, peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2012 dengan tema ┬┐Berani jujur hebat, kita berantas korupsi secara professional, proporsional dan berhati nurani┬┐.

Ia mengatakan, keberanian untuk mengungkap suatu kebenaran merupakan suatu barang langka. Korupsi kian masif terjadi disebabkan karena masih sedikit yang berani melawan.

Besarnya harapan masyarakat yang tidak diimbangi dengan optimalisasi kinerja aparat penegak hukum yang professional, proporsional serta berhati nurani, berakibat kepercayaan terhadap penegakan hukum mengalami penurunan, katanya.

"Kejaksaan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, harus secepat mungkin berbenah dan membersihkan diri, dari segala praktik-praktik penegakan hukum yang tercela," tuturnya.

Kejaksaan terus mengefektifkan peran pengawasan komprehensif, yaitu lebih fokus pada sisi pencegahan, namun demikian aspek penindakan terus berjalan.

Ia menjelaskan, berdasarkan Inpres No. 17 tahun 2011 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi tahun 2012, telah ditetapkan penanganan perkara tindak pidana korupsi untuk Kejaksaan RI seluruhnya berjumlah 1.380 perkara.

"Kita akan terus berkarya dan menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi, sehingga dapat memupuk kembali rasa percaya dan simpati masyarakat pada lembaga kejaksaan," harapnya. (**/fan/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

3000 Aparat Amankan Daerah Rawan Macet

PERSPEKTIF

Puasa dan Piala Dunia 2014

A.R. Loebis Oleh: A.R. Loebis

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brazil sudah selesai digelar dan ada hikmahnya bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina yang tidak lolos ke..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Kab. Tanah Datar - 25/07/2014 03:00 WIB WIB

Pemkab Tanadatar Ajak Warga Shalat Istisqa..


Kab. Tanah Datar - 24/07/2014 02:10 WIB WIB

Sebanyak 1.500 Perantau Tanahdatar Mudik Lebaran..