Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita Duka
Nasional - 18/11/2012 10:14 WIB

BI Optimalkan Bauran Kebijakan Moneter - Makroprudensial

Bank Indonesia. (ANTARA)

Bank Indonesia. (ANTARA)

Bandung, (Antara Sumbar) - Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan bauran antara kebijakan moneter dan makroprudensial guna mengefektifkan kinerja moneter yang mampu mendukung ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo di Bandung, Minggu mengatakan bauran kebijakan ini merupakan pelengkap dan penyempurna kebijakan moneter yang hanya mengacu pada kerangka target inflasi dan kebijakan suku bunga, yang hasilnya tidak selalu efektif dan efisien.

"Hasilnya terbatas dan ketidaksempurnaan pasar keuangan menyebabkan transmisi suku bunga tidak selalu efektif berpengaruh pada perekonomian," kata Perry.

Untuk itu, BI sejak 2010 telah menerapkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang mengoptimalkan lima instrumen kebijakan yaitu suku bunga, nilai tukar, pengendalian arus modal asing, kebijakan makroprudensial terhadap sektor keuangan dan komunikasi kebijakan.

"Penerapan di Indonesia sejak 2010 sampai sekarang terbukti lebih efektif dan efisien mampu mendukung ketahanan perekonomian nasional dari dampak krisis global. Majalah The Economist bahkan menilai kebijakan ini mampu membawa Indonesia menjadi negara yang memiliki ekonomi paling stabil sejak lima tahun terakhir," katanya.

Dijelaskannya, jika hanya mengandalkan kebijakan suku bunga untuk stabilisasi harga, ada berbagai faktor yang menyebabkan kebijakan ini tidak selalu efektif dan efisien seperti faktor non moneter, informasi asimeteris, perilaku risiko dan moral hazard yang menyebabkan transmisi suku bunga tidak selalu bekerja efektif.

"Kebijakan suku bunga tidak bisa dipergunakan sebagai instrumen yang bersifat alokatif dan distributif terhadap sektor atau segmen ekonomi tertentu yang diperlukan untuk penciptaan lapangan kerja," katanya.

Dampak Berlebihan
Bauran kebijakan ini juga memperbaiki kondisi pasar keuangan yang terpengaruh kondisi prosiklisitas keuangan yang menimbulkan dampak berlebihan pada siklus ekonomi.

"Prosiklisitas kredit dan PDB pada periode ekspansi sekarang ini semakin menguat, tercermin dari pertumbuhan kredit riil yang masih meningkat meskipun pertumbuhan ekonomi sedikit melambat," kata Perry.

Prosiklisitas pada kredit ini juga berhasil mengukur optimalisasi kredit sesuai kapasitas outputnya, sehingga BI bisa mengendalikannya seperti pada kebijakan loan to value (LTV) dan kebijakan uang muka untuk kredit properti dan otomotif.

Terkait dengan keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mulai mengawasi perbankan pada 2014, Perry mengatakan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial ini juga akan terus dilanjutkan sebagai landasan untuk integrasi kebijakan BI dalam mencapai stabilitas moneter dan ikut menjaga stabilitas sistem keuangan.

BI, dalam stabilitas sistem keuangan berwenang untuk kebijakan makroprudensial surveilance sistemik dan pengembangan pasar jangka pendek.

Sementara OJK berwenang untuk pengawasan mikroprudensial terhadap kelembagaan perbankan, lembaga keuangan bukan bank dan pasar modal yang mencakup perijinan, ketentuan prudensial, pengawasan, penilaian kesehatan dan pengenaan sanksi. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:49 WIB WIB

Pimpinan DPR 2014-2019 Ucapkan Sumpah Janji..


Nasional - Hari ini, jam 06:45 WIB WIB

KMP Kompak Usung Setya Novanto Ketua DPR..