Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Idul Adha 1435H
Nasional - 06/12/2012 11:32 WIB

Investasi Hulu Migas Terkendala Ketidakpastian Hukum

Jakarta, (Antara Sumbar) - Pemerintah akan kesulitan menarik investasi baru di sektor hulu migas pada 2013 karena masalah ketidakpastian hukum tentang pengelolaan migas di dalam negeri.

"Indonesia seharusnya bisa menarik investor baru dan tidak mempertahankan investor yang ada saat. Hal ini harus dilakukan agar produksi migas nasional bisa meningkat," kata Presiden Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IPA), Elisabeth Proust, di Jakarta, Kamis.

Untuk meningkatkan investasi migas, menurut Elisabeth, membutuhkan investasi yang sangat besar pada beberapa tahun ke depan.

"Dengan kondisi hukum pengelolaan migas, diperkirakan investasi baru sulit tercapai. Saat ini, beberapa aturan yang menjadi kendala UNTUK meningkatkan investasi seperti perlindungan kontrak (contract sanctity), Peraturan Pemerintah No.79 tahun 2010 tentang biaya operasional yang dapat dikembalikan pemerintah (cost recovery), dan perlakuan pajak penghasilan (PPh) di sektor hulu migas," paparnya.

Investor, lanjut Elisabeth, juga mengalami hambatan dalam berinvestasi karena revisi Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, birokrasi dan perizinan serta penetapan harga gas dalam negeri.

"Pemerintah diharapkan menghormati kontrak yang telah disepakati dan ditandatangani bersama, sehingga meski ada kebijakan atau aturan yang berubah, kontrak tetap berlaku. Selama ini banyak terjadi kesalahpahaman bahwa 'cost recovery' menurunkan penerimaan negara. Padahal penerimaan negara yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama ini sudah penerimaan bersih, tidak ada pengurangan 'cost recovery'," ujarnya.

Elisabeth menambahkan, pada "cost recovery" sudah dipotong sebelum bagi hasil pemerintah dan kontraktor.

"Selama ini, 'cost recovery' berguna untuk meningkatkan produksi migas nasional. Bila dibatasi, akan berdampak pada penurunan investasi migas dan berpengaruh terhadap produksi migas nasional,¿ tandasnya. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 03:59 WIB WIB

Pertamina Bangun FSRU Cilacap dan Cilamaya..


Nasional - Hari ini, jam 03:58 WIB WIB

Polda Metro Gagalkan Penyelundupan Shabu ke Rutan..