Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nasional - 16/12/2012 07:53 WIB

Kasus Indoasia Preseden Buruk Investasi

Jakarta (Antara Sumbar) - Kasus yang menimpa PT Indoasia Cemerlang, perusahaan pertambangan batu bara yang lahannya dikuasai secara tidak legal oleh pihak lain dapat menjadi preseden buruk iklim investasi.

"Clien kami sudah menang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat,
sebagai pemilik sah 100 persen saham PT Indoasia Cemerlang. Namun
mereka tidak bisa menguasai lahan tambang," kata Edward Lontoh, kuasa hukum Gunawan Sukardi Subur dan Debora Vineska sebagai pemilik sah saham PT Indoasia Cemerlang, Minggu.

Bukan hanya tidak bisa menguasai, lahan tambang yang berada di Sungai Cuka Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan saat ini justru dioperasikan pihak lain. Hampir 10 ribu ton batu bara dialihkan ke
pihak lain, padahal ijin-ijin tambang tersebut telah disita pengadilan.

Kegiatan pertambangan PT Indoasia Cemerlang seharusnya dihentikan setelah diterbitkannya putusan pengadilan, tetapi
kenyataannya kegiatan tambang batubara masih terus berlangsung, kata
Edward.

Edward mengatakan, dengan terbitnya putusan pengadilan maka seharusnya sudah tidak ada lagi kegiatan seperti operasional,
produksi, pengangkutan dan jual-beli batu bara, tetapi kenyataan di
lapangan justru sebaliknya.

Edward mengatakan, dirinya sudah meminta aparat penegak hukum
(kepolisian) untuk menghentikan aktivitas pertambangan ilegal
tersebut namun kenyataannya kegiatan itu masih berlangsung.

Sengketa ini bermula ketika Tan Beng Phiau Dick yang saat itu
menjabat Direktur PT. Indoasia Cemerlang melakukan perjanjian hutang sebesar 3 juta dolar AS dengan investor asal Singapura, Nava Bharat
dengan jaminan seratus persen saham PT. Indoasia Cemerlang.

Perjanjian antara kedua pihak tersebut telah disahkan dan dilegalisir oleh Theresia Lusiati SR, SH Notaris di Jakarta.

Meski Nava Bharat telah melakukan pembayaran, namun Tan Beng Phiau Dick gagal memenuhi janjinya yakni melengkapi ijin pinjam pakai kawasan hutan dari Departemen Kehutanan.

Hingga akhirnya Nava Bharat memutuskan untuk menjual saham PT
Indoasia Cemerlang kepada pengusaha asal Indonesia Gunawan SS dan Debora Vineska.

Tan Beng Phiau Dick p menyatakan perjanjian utang piutang dengan Nava Bharat telah batal meskipun pihak Nava Bharat telah membayar kewajiban-kewajibannya.

Bersama, Jason Surjana Tanuwidjaya, mereka mengalihkan saham PT Indoasia Cemerlang kepada pihak lain dan melakukan aktivitas penambangan di Desa Sungai Cuka, Babupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Gunawan dan Debora kemudian menggugat Jason cs ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Selain menuntut agar saham-saham PT
Indoasia Cemerlang dinyatakan sah sebagai milik mereka, Gunawan dan
Debora memohon kepada majelis hakim agar saham dan ijin-ijin pertambangan PT Indoasia Cemerlang disita.

Tujuannya agar aset perusahaan tambang batubara tersebut tidak berpindah tangan kepada pihak lain yang tidak berhak.

Setelah melalui serangkaian persidangan, majelis hakim yang
diketuai Mirdin Alamsyah menyatakan Jason dan para tergugat lainnya
terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum dan sita jaminan atau Conservatoir Beslag terhadap izin-izin pertambangan PT Indoasia
Cemerlang.

"Kami berharap dan masih percaya aparat penegak hukum dan dinas
terkait memiliki komitmen kuat menegakkan hukum dan melindungi investor yang beritikad baik," katanya. (*/wij)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

202 Daerah Bakal Pemilu Kada Serentak 2015

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 30/08/2014 08:41 WIB WIB

Indonesia Kuasai Lima Nomor Final "Junior..


Nasional - 30/08/2014 08:39 WIB WIB

BKKBN: Perlu Tiga Bumi Lagi Tampung Penduduk..