Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nasional - 01/03/2013 09:33 WIB

Peneliti Australia Imbau Legalisasi Perdagangan Cula Badak

Bogor, (Antara Sumbar) - Dua peneliti Australia berpendapat legalisasi secara ketat perdagangan cula badak merupakan strategi konservasi global yang efektif untuk melindungi hewan herbivora dari ordo Perissodactyla ini.

Peneliti Universitas Queensland (UQ) Dr.Duan Biggs seperti dikutip Antara dari laman perguruan tinggi itu Jumat mengatakan langkah melegalisasi perdagangan cula badak itu diambil karena pelarangan global yang ada selama ini terbukti gagal melindungi badak dari ancaman kepunahan.

"Seperti para aktivis lingkungan, kami pun tidak suka dengan ide perdagangan sah ini tapi kami rasa kita harus melakukan sesuatu yang benar-benar radikal untuk menyelamatkan badak Afrika," katanya.

Bersama tiga peneliti lain, termasuk sejawatnya dari UQ Prof.Hugh Possingham, Biggs mengatakan peningkatan angka kematian badak hitam dan putih Afrika itu terkait dengan perburuan ilegal untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia.

Dari hasil kajian Biggs bersama Franck Courchamp, Rowan Martin dan Hugh Possingham itu, terungkap bahwa badak hitam dan putih Afrika sudah dinyatakan sebagai hewan yang terancam punah sejak 2011.

Jumlah badak hitam itu kini diperkirakan hanya mencapai lima ribu sedangkan badak putih 20 ribu ekor. Sebagian besar berada di Afrika Selatan dan Namibia.

Perburuan yang meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir akibat kenaikan harga eceran cula badak dunia dari 4.700 dolar AS per kilogram pada 1993 menjadi 65 ribu dolar AS per kilogram pada 2012 semakin mengancam hewan ini.

Harga cula badak yang meningkat tajam itu turut dipicu oleh permintaan banyak pihak di Asia terhadap obat-obatan China, kata para peneliti itu dalam laporan riset mereka berjudul "Legal Trade of Africa" yang dipublikasi di Journal Science (Jurnal Sains) terbaru itu.

Selain di Afrika, badak juga masih ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. (*/wij)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Lulus PTN Jadi Acuan Penghargaan UN

PERSPEKTIF

Masyarakat Tunggu Janji Parpol

Oleh: Ahmad Buchori

Pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sepertinya bakal menghadapi sejumlah tantangan berat, sehingga keseriusan dan fokus penyelenggara negara..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:03 WIB WIB

IHSG BEI Ditutup Naik Tipis 2,79 Poin..


Nasional - Hari ini, jam 05:16 WIB WIB

Bank Saudara Kombinasikan Penyaluran Kredit..