Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Nasional - 11/03/2013 06:24 WIB

Tiga Penyebab Munculnya "Multidrug Resistant" pada TB

Jakarta, (Antara Sumbar) - Jangka waktu pengobatan penyakit tuberkulosis (TB) yang panjang sering kali membuat penderitanya merasa jenuh dan menghentikan pengobatan, padahal dapat menyebab timbulnya "multidrug resistant" (MDR) atau kebal obat.

"MDR bisa terjadi karena pengobatan yang biasa tidak berlangsung dengan baik, ada tiga penyebab utama terjadinya MDR ini," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam diskusi mengenai TB di Hotel Acacia Jakarta, Senin.

Tiga penyebab utama MDR disebut Tjandra adalah berhentinya pasien dalam mengonsumsi obat sebelum tuntas enam bulan, pasien tidak memakan semua obat, tetapi hanya sebagian serta obat yang tidak tersedia teratur.

Namun, Tjandra mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan telah melakukan antisipasi untuk meminimalisasi munculnya MDR tersebut, yaitu dengan membentuk pengawas minum obat (PMO) yang biasanya merupakan anggota keluarga dekat pasien untuk memastikan agar pasien yang bersangkutan rutin mengonsumsi obatnya.

"Bagi masalah keengganan menelan obat yang tadinya bisa mencapai lima butir, solusinya adalah dengan membuatnya menjadi satu pil agar mudah ditelan," kata Tjandra.

Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan obat, setiap pasien diberikan obat dalam satu paket.

"Pemberian obat tetap per hari, tetapi tiap pasien dikirimkan obat dalam paket untuk menjamin ketersediaan obat," kata Tjandra.

Pentingnya konsumsi obat TB secara teratur disebut Tjandra adalah karena pengobatan bagi kasus MDR akan menjadi lebih sulit dan lebih mahal karena harus menambah dosis pengobatan.

Selain itu, Tjandra mengatakan bahwa penyakit TB tidak bisa dihilangkan karena meskipun tidak ada lagi penderitanya. Namun, kuman TB yang bersifat laten dapat sekali-kali muncul jika daya tahan tubuh pembawa kuman tersebut lemah.

"Bahaya TB itu laten, jadi dari sekian miliar orang yang punya kuman TB di tubuhnya yang bersifat 'dormant' (tidur), tidak akan menunjukkan gejala sakit. Akan tetapi, kalau daya tahan tubuh orang itu melemah, bisa jadi sakit," ujar Tjandra.

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang pengendaliannya masuk dalam target Millenium Development Goals (MDG) selain AIDS dan malaria. Hingga tahun 2010, data pengendalian TB di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif cukup menggembirakan.

"Target MDG untuk TB sebagian besar sudah tercapai dan yang belum tercapai kita optimistis akan dapat tercapai pada tahun 2015," ujar Tjandra.

Beberapa indikator yang telah tercapai dalam pengendalian TB di Indonesia adalah keajadian TB semua kasus per 100.000 penduduk yang diharapkan turun atau berhenti, kemudian prevalensi TB semua kasus yang telah mengalami penurunan dari 443 per 100.000 penduduk (1990) menjadi 289 per 100.000 penduduk (2010), sedangkan targetnya adalah 221 per 100.000 penduduk (2015).

Angka kematian TB juga telah mencapai target, yaitu dari 92 per 100.000 penduduk (2000) menjadi 27 per 100.000 penduduk (2010) dari target 46 per 100.000 penduduk (2015).

Angka penemuan kasus TB juga telah mencapai target, yaitu dari 20 persen (2000) menjadi 83,48 persen (2010), melampaui target 70 persen (2015).

Selain itu, angka keberhasilan pengobatan TB juga telah mencapai target, yaitu dari 87 persen (2000) menjadi 90,29 persen (2010) melampaui target 85 persen (2015). (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 01:13 WIB WIB

PBNU Usul Hari Santri 22 Oktober..


Nasional - Hari ini, jam 01:10 WIB WIB

Menpora Ajak Pemuda Tingkatkan Martabat Bangsa..