Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Nasional - 04/04/2013 09:30 WIB

KPU Tegaskan Kades harus Mundur Sebelum "Nyaleg"

Hadar Nafis Gumay. (Antara)

Hadar Nafis Gumay. (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Anggota Komisi Pemilihan Umum Hadar Nafis Gumay menegaskan bahwa kepala desa yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif harus mundur dari jabatannya karena dikhawatirkan akan mempengaruhi pelaksanaan proses pemilu.

"Setelah menerima berbagai masukan, KPU memutuskan bahwa kepala desa harus tetap mundur sebelum mencalonkan diri.

Pertimbangannya, kades dikhawatirkan bisa mempengaruhi proses pemilihan karena posisinya yang langsung berada di lapangan," kata Hadar usai memberikan sosialisasi Peraturan KPU kepada perwakilan LSM dan ormas di Kantor KPU Pusat di Jakarta, Kamis.

Hadar juga menambahkan keberadaan kepala desa memiliki pengaruh dalam pembentukan Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), sehingga dapat mempengaruhi proses penghitungan surat suara Pemilu.

"Kades menjalankan banyak fungsi, mulai dari pembentukan panitia pemutakhiran pemilih (Pantarlih), verifikasi calon anggota DPD, hingga penghitungan surat suara," tambahnya.

Oleh karena itu, pengunduran diri kades yang hendak mencalonkan sebagai anggota legislatif paling lambat dilakukan pada saat pendaftaran bakal caleg, yaitu 9 April.

Hal itu dibuktikan dengan melampirkan surat pengunduran diri oleh kades yang bersangkutan pada saat mendaftar ke KPU sesuai tingkatannya.

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik juga menegaskan bahwa jika kepala desa juga sekaligus sebagai caleg, maka akan rawan kecurangan pelaksanaan Pemilu.

"Rekapitulasi hasil pemilu juga digelar di tingkat desa. Kalau kepala desa defenitif sekaligus jadi caleg, rawan terjadi kecurangan," kata Husni.

Dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 memang tidak disebutkan larangan bagi kepala desa atau wali nagari untuk menjadi caleg.

Namun, sesuai pasal 86 ayat 2g dan 2h, secara tegas disebutkan bahwa kepala desa dan perangkat desa dilarang menjadi pelaksana kampanye. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 21/11/2014 10:29 WIB WIB

KSPI Minta 15 Buruh Dilepas..


Nasional - 21/11/2014 10:08 WIB WIB

IS Bunuh Dua Pria Terkait Kerja Sama dengan Irak..