Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nasional - 23/04/2013 09:43 WIB

Kebijakan Fiskal Vital Bagi Pertumbuhan Negara Berkembang

Jakarta, (Antara Sumbar) - Kebijakan fiskal merupakan hal yang vital bagi negara-negara berkembang dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan sekaligus mengatasi tingkat kemiskinan ekstrim serta memeratakan kesejahteraan.

"Kebijakan fiskal memiliki peran penting dalam mempromosikan pertumbuhan dan mengatasi permasalahan di negara-negara berkembang," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Jim Yong Kim, kebijakan fiskal yang bagus di negara-negara berkembang juga akan sejalan dengan misi inti Bank Dunia saat ini yang ingin mengakhiri kemiskinan ekstrim dan meningkatkan kesejahteraan yang lebih merata.

Kebijakan fiskal, ujar dia, berperan penting dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan khususnya dalam masa-masa turbulensi atau krisis ekonomi dan finansial seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

"Aspek kebijakan fiskal yang lazimnya menerima paling banyak perhatian adalah bagaimana mempertahankan keberlanjutan fiskal guna memastikan stabilitas makroekonomi," katanya.

Ia berpendapat bahwa hal tersebut hingga kini masih merupakan aspek yang paling fundamental dalam melaksanakan kebijakan fiskal.

Presiden Bank Dunia juga menuturkan, banyak negara-negara berkembang yang mengalokasikan pengeluaran untuk jaring pengaman sosial, kesehatan, dan pendidikan, guna memastikan bahwa kaum miskin tidak terkena keras dampak dari krisis yang terjadi di masa lalu.

Hal tersebut, berdasarkan perkiraan awal Bank Dunia, ternyata juga berdampak kepada menurunnya tingkat kemiskinan ekstrim di beberapa negara berkembang selama krisis.

"Ini adalah berita yang mengesankan. Negara-negara berkembang harus menyadari ini," katanya.

Kim juga menegaskan pentingnya kualitas dari kebijakan fiskal karena pengeluaran publik yang terkelola dengan baik dalam hal infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan memiliki dampak positif bagi pertumbuhan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan pengangguran, apabila tekanan fiskal harus terjadi di perekonomian nasional.

"Kita memahami, apabila tekanan fiskal harus terjadi maka harus memprioritaskan pengentasan kemiskinan dan pengangguran daripada pertumbuhan ekonomi," kata Agus seusai melakukan Rapat Koordinasi Pembangunan Tingkat Pusat dan Temu Konsultasi Triwulan II di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (8/4).

Ia mengatakan, tekanan fiskal bisa terjadi apabila biaya subsidi besar dan jauh diatas yang dianggarkan, misalnya pada 2012 di mana subsidi energi 51 persen diatas anggaran. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

3000 Aparat Amankan Daerah Rawan Macet

PERSPEKTIF

Puasa dan Piala Dunia 2014

A.R. Loebis Oleh: A.R. Loebis

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brazil sudah selesai digelar dan ada hikmahnya bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina yang tidak lolos ke..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:02 WIB WIB

BNP2TKI : Pengiriman TKI Bisa Kurangi Angka..


Nasional - Hari ini, jam 05:46 WIB WIB

Menhub Ingin Aparat Berbagai Instansi Antisipasi..