Berita harian sumbar terkini update terlengkap

perkawinan
Nasional - 25/04/2013 07:22 WIB

3.000 Warga PNG Dilarang ke Indonesia

Jayapura, (Antara Sumbar) - Sebanyak 3.000 warga Papua Nugini (PNG) pemegang kartu lintas batas tradisional saat ini dilarang masuk ke wilayah Indonesia.

Konsul RI untuk Vanimo (PNG) Jahar Gultom kepada Antara Jayapura, Kamis, mengatakan bahwa larangan itu diberlakukan sebagai balasan terhadap larangan yang dikeluarkan pemerintah PNG terhadap warga Indonesia memegang kartu tersebut masuk ke PNG.

"Kami memberlakukan larangan itu setelah pemerintah negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Papua melarang WN RI masuk ke PNG," kata Jahar Gultom.

Ia menambahkan larangan itu juga diberikan kepada warga PNG yang mengolah kebunnya yang berada di wilayah RI.

Menurut dia, pemerintah PNG sebelumnya melarang WN RI pemegang kartu lintas batas masuk ke PNG dengan alasan perjanjian tentang "Persetujuan Dasar Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Papua Nugini tentang Pengaturan-Pengaturan Perbatasan" telah berakhir 18 Maret 2013.

Karena itu pihaknya juga melakukan hal serupa dengan melarang WN PNG masuk ke wilayah RI dengan alasan apapun.

Warga PNG yang masuk ke wilayah RI pada umumnya untuk menggolah dan menjual hasil kebun seperti pinang atau berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari.

Para pemegang kartu lintas batas baik WN RI maupun WN PNG itu adalah mereka yang memiliki hubungan kekerabatan atau persaudaraan. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Oleh: Arnaz Firman

Kalimat tanya yang sangat sederhana tapi penuh arti itu terlontar dari mulut Ketua "Tim Sembilan" Ahmad Syafii Ma'arif usai dengan beberapa..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 08:44 WIB WIB

Bappenas: Swasembada Beras Lebih Optimistis dari..


Nasional - Hari ini, jam 08:36 WIB WIB

Heru Prasetyo: Jadikan Redd Plus Gerakan..