Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nasional - 03/06/2013 03:43 WIB

Harga Komoditas Turun Penyebab Deflasi Mei

Badan Pusat Statistik (BPS). (Antara)

Badan Pusat Statistik (BPS). (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan harga komoditas pangan yang mengalami penurunan, menjadi penyebab pada Mei 2013 terjadi deflasi sebesar 0,03 persen.

"Upaya pengendalian pemerintah memperlihatkan hasil, terutama harga bawang merah dan bawang putih," ujarnya di Jakarta, Senin.

Suryamin mengatakan peran pemerintah untuk menyediakan stok bawang merah dan bawang putih melalui pengadaan impor berhasil menekan harga dua komoditas, yang sempat menjadi penyumbang inflasi pada awal tahun.

"Dari pengendalian harga ini terlihat cukup bagus untuk menyebabkan deflasi pada Mei," ucapnya.

Menurut dia, bawang merah menjadi penyebab utama deflasi pada Mei, dengan menyumbang deflasi 0,23 persen, karena mengalami penurunan harga sebesar 21,55 persen dibandingkan April, di 60 kota Indeks Harga Konsumen.

"Penurunan harga tertinggi terjadi di Pematang Siantar sebesar 45 persen dan Padang 41 persen, dengan rata-rata penurunan di kota lain 10 persen-40 persen," ujarnya.

Kemudian, lanjut Suryamin, bawang putih menyumbang deflasi 0,13 persen, karena mengalami penurunan harga sebesar 24,68 dibandingkan April, di 64 kota Indeks Harga Konsumen.

Sedangkan, komoditas lain yang menjadi penyumbang deflasi karena ikut mengalami penurunan harga adalah emas perhiasan, tomat sayur, cabai rawit, ikan segar, tempe, tomat buah, minyak goreng dan bensin.

Namun, instrumen harga diatur pemerintah menjadi penyumbang inflasi pada Mei karena mengalami kenaikan harga, antara lain tarif tenaga listrik yang menyumbang inflasi 0,09 persen dan bahan bakar rumah tangga 0,03 persen.

"Kebijakan kenaikan TTL secara bertahap menjadi penyebab inflasi di 64 kota, hanya dua kota yang belum mengalami kenaikan karena belum ada kesepakatan dengan pemerintah daerah, yaitu di Batam dan Tarakan," papar Suryamin.

Komoditas lain yang menjadi penyumbang inflasi adalah cabai merah, telur ayam ras, apel, rokok kretek filter, tarif air minum PAM, mi kering instant, daging ayam ras, ikan diawetkan, bayam, kentang, petai, sawi hijau, wortel, jeruk, pisang, rokok kretek, tarif sewa rumah, upah pembantu dan tarif angkutan udara.

"Walaupun komoditas yang harganya dikendalikan pemerintah itu naiknya tinggi seperti TTL, rokok, gas dan minyak tanah, tapi masih tertutup oleh penurunan harga bawang," tukasnya.

Secara keseluruhan, komponen inflasi umum menyumbang deflasi 0,03 persen diikuti harga bergejolak 1,1 persen, sedangkan inflasi inti menyumbang inflasi 0,06 persen serta harga diatur pemerintah 0,96 persen.

Sementara, berdasarkan kelompok pengeluaran, bahan makanan menyumbang deflasi 0,83 persen diikuti kelompok sandang yang juga tercatat deflasi 1,22 persen.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau menyumbang inflasi 0,35 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mengalami inflasi 0,75 persen.

Kemudian, kelompok kesehatan juga menyumbang inflasi 0,23 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,06 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,03 persen.

Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari-Mei 2013 mencapai 2,3 persen dan inflasi secara tahunan (yoy) 5,47 persen. Sedangkan inflasi komponen inti Mei 0,06 persen dan inflasi (yoy) 3,99 persen. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

202 Daerah Bakal Pemilu Kada Serentak 2015

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 03:40 WIB WIB

Wapres-Tim Transisi Tak Bahas Kenaikan Harga BBM..


Nasional - Hari ini, jam 03:24 WIB WIB

Kemenkeu: Silpa Tidak Dapat Tambah BBM Bersubsidi..