Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nasional - 31/07/2013 02:39 WIB

Bank Dunia: 53 Miliar Dolar Bantu Negara Berkembang

Bank Dunia. (Antara)

Bank Dunia. (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Bank Dunia berkomitmen mengucurkan hampir 53 miliar dolar AS untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di negara berkembang pada tahun fiskal 2013.

"Pemangku kepentingan kami mendorong dua tujuan, mengakhiri kemiskinan ekstrem pada 2030 dan meningkatkan kesejahteraan bersama dengan meningkatkan penghasilan 40 persen terbawah populasi di setiap negara berkembang," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut Jim Yong Kim, pihaknya sedang mengerahkan berbagai upaya Bank Dunia untuk mencapai tujuan tersebut antara lain dengan menyalurkan 52,6 juta dolar AS dalam bentuk pinjaman, hibah, investasi ekuitas, dan jaminan guna mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan memerangi kemiskinan ekstrim.

Ia mengemukakan, meski masih mengalami kondisi ekonomi global yang sulit, komitmen Grup Bank Dunia untuk mendanai negara-negara miskin serta meningkatkan investasi pembiayaan sektor swasta sedang dalam keadaan yang paling tinggi.

Bank Dunia baru-baru ini juga telah meningkatkan prediksi pertumbuhan untuk negara-negara berkembang rata-rata sebesar 5,1 persen, atau naik dari 5,0 persen pada tahun 2012. "Risiko dari negara maju telah menurun dan prospek pertumbuhan meningkat meski masih terjadi kontraksi di Zona Euro," katanya.

Meski pemulihan ekonomi global dinilai lambat, Grup Bank Dunia mendukung 1.956 program untuk mempromosikan kesempatan dan layanan jasa bagi warga miskin, misalnya dengan berinvestasi di nutrisi, mempromosikan sektor swasta, membangun infrastruktur, dan memperkuat kelembagaan pemerintah.

Sementara itu, hasil studi terbaru Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Juli 2013 menyebutkan bahwa bantuan perlindungan sosial di kawasan Asia Pasifik kurang efektif dan gagal untuk melindungi masyarakat kurang mampu dan miskin, dari resiko pengangguran, kesehatan dan bencana alam.

Studi yang mengambil sampel 35 negara Asia Pasifik ini menganalisis program pemerintah terkait bantuan sosial, jaminan sosial dan dukungan terhadap pasar tenaga kerja.

Laporan dari studi tersebut memperlihatkan beberapa negara seperti Jepang, Republik Korea, Mongolia dan Uzbekistan telah mengalokasikan anggaran delapan persen dari PDB untuk program perlindungan sosial.

Namun, negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia, Armenia, Fiji, India, Pakistan, Filipina dan Samoa, tetap berada memberikan alokasi dibawah tiga persen terhadap PDB. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

202 Daerah Bakal Pemilu Kada Serentak 2015

PERSPEKTIF

Membangkitkan Kejayaan Pasar Raya Padang

Mahyeldi Ansharullah Oleh: Mahyeldi Ansharullah

Berselang sehari setelah resmi dilantik sebagai wali kota, saya mengunjungi Pasar Raya Padang. Bersama dengan jajaran SKPD terkait, kami tidak lagi..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 08:20 WIB WIB

Menperin: Perkembangan Industri harus Didukung..


Nasional - Hari ini, jam 06:52 WIB WIB

Wanda Hamidah: PAN Dimungkinkan Koalisi dengan..