Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nasional - 06/08/2013 05:48 WIB

Menpora Ziarah ke Makam Pendiri Paskibraka

Roy Suryo

Roy Suryo

Jakarta, (Antara Sumbar) - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menziarahi makam pendiri Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Husein Mutahar di Pemakaman Jeruk Purut Jakarta, Senin.

Sebelum berziarah, Menpora Roy Suryo bersama rombongan juga melakukan silaturahim dengan keluarga pencipta lagu "Syukur" itu di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Setelah melakukan tabur bunga ke makam salah satu tokoh nasional ini, Menpora bersama rombongan, dalam hal ini Purna Paskibraka, melakukan buka puasa bersama di salah satu rumah makan yang berada di kawasan Cipete.

Pada silaturahim ini, Menpora yang didampingi oleh Plt. Asisten Deputi Tenaga Kepemudaan Kemenpora Deputi Pengembangan Pemuda, Amar Ahmad terlihat santai dalam melakukan komunikasi dengan yang hadir.

Menpora pada silaturahim ini juga mendapatkan cenderamata dari Purna Paskibara yang datang dengan seragam kebesarannya. Mayoritas Purna Paskibraka yang hadir pada buka bersama adalah angkatan 2012.

"Silaturahim sangat penting dilakukan termasuk dengan keluarga pendiri Paskibraka," kata Roy Suryo.

Husein Mutahar meninggal dunia pada 9 Juni 2004 dalam usia 87 tahun. Sebelum mendirikan Paskibraka, pria kelahiran Semarang 5 Agustus 1916 itu juga dikenal sebagi komposer terutama untuk lagu anak-anak dan lagu kebangsaan.

Lagu ciptaannya yang paling populer di antaranya adalah Himne Syukur (1945), Mars Hari Merdeka (1946), dan karya terakhirnya adalah Dirgahayu Indonesiaku yang menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemedekaan Indonesia.

Paskibraka yang sebelumnya bernama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka mulai digunakan saat 17 Agustus 1946. Ada lima pemuda yang terlibat dan terdiri atas tiga putri dan dua putra. Lima pemuda ini dalam pikiran Mutahar disimbolkan sebagai Pancasila. Kondisi ini berlangsung hingga 17 Agustus 1948.

Setelah itu Paskibraka ditangani langsung oleh Rumah Tangga Kepresidenan RI hingga 1966. Setelah itu Husein Mutahar kembali mendapatkan kepercayaan untuk merealisasikan idenya yaitu mengembangkan formasi pengibar bendera.

Formasi itu terbagi dalam tiga kelompok yaitu Kelompok 17 (pengiring/pemandu), Kelompok 8 (pembawa/inti) dan Kelompok 45 (pengawal). Kelompok ini merupakan simbol tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Khusus untuk Kelompok 45, Mutahar sebelumnya berencana menggunakan taruna Akabri. Hanya saja sulit terealisasi dan digantikan oleh Paspampres. Setelah itu, mulai 1968 akhirnya Kelompok 45 diisi oleh pemuda utusan daerah dari seluruh Indonesia hingga saat ini. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Lulus PTN Jadi Acuan Penghargaan UN

PERSPEKTIF

Masyarakat Tunggu Janji Parpol

Oleh: Ahmad Buchori

Pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sepertinya bakal menghadapi sejumlah tantangan berat, sehingga keseriusan dan fokus penyelenggara negara..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 17/04/2014 09:12 WIB WIB

Unyil Versi Animasi Permainan Segera Rilis..


Nasional - 17/04/2014 09:12 WIB WIB

PAN: Penggabungan Poros Tengah Mungkin Dilakukan..