Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Nasional - 15/08/2013 03:16 WIB

OJK Waspadai Rencana Pengurangan Stimulus Keuangan AS

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. (Antara)

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. (Antara)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Otoritas Jasa Keuangan akan mewaspadai rencana pengurangan stimulus keuangan Amerika Serikat oleh The Fed pada September 2013.

"Pengurangan stimulus keuangan oleh The Fed tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi investor. Dalam waktu dekat kami akan memanggil seluruh pelaku industri keuangan, kami pelajari secara dekat agar krisis 2008 tidak terulang," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan dalam tiga bulan ke depan akan menjadi ujian bagi industri keuangan di Indonesia. Pasalnya, pengaruh stimulus keuangan AS cukup mempengaruhi kondisi ekonomi di negara berkembang.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia OJK Nurhaida mengatakan kebijakan stimulus keuangan oleh The Fed akan cukup mempengaruhi pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal III dan IV 2013 mendatang.

Ia mengatakan tugas yang cukup penting bagi OJK ketika IHSG BEI mengalami pelemahan adalah bagaimana OJK menjalankan fungsi pengawasan pasar modal Indonesia.

"Kekhawatiran dana asing keluar dari pasar saham domestik pasti ada, namun yang terpenting OJK menjalankan fungsi pengawasan dengan baik. Jangan sampai pada saat pasar saham sedang turun, emiten atau pelaku pasar lain melakukan kecurangan sehingga berakibat kepercayaan investor berkurang," katanya.

Kendati demikian, Nurhaida tetap optimistis pasar saham domestik akan mampu bertahan ketika kondisi ekonomi global memburuk. Kinerja IHSG BEI sepanjang semester I hingga 13 Agustus 2013 termasuk salah satu yang tertinggi dibandingkan bursa global.

Berdasarkan data OJK, sepanjang tahun ini pertumbuhan IHSG sebesar 7,04 persen berada diurutan keenam setelah bursa Jepang, China, Filipina, Australia, dan Malaysia.

"Kami optimis IHSG masih dalam tren menguat, dan membuat nilai kapitalisasi pasar saham juga mengalami kenaikan sebesar 12,79 persen dari Rp4.127 triliun pada akhir Desember 2012 menjadi Rp4.655 triliun pada 14 Agustus 2013," papar Nurhaida. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 08:53 WIB WIB

Nusa Utara Lestarikan Musik Bambu dan Tari..


Nasional - Hari ini, jam 08:52 WIB WIB

Roy Suryo Masih Berharap Koni-Koi Bersatu..