Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Nasional - 09/10/2013 04:17 WIB

Warisan Kebudayaan Indonesia Rawan Diklaim Negara Lain

Jakarta, (Antara Sumbar) - Warisan kebudayaan Indonesia rawan diklaim negara lain karena Rancangan Undang-Undang Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional yang bisa melindungi hingga kini belum disahkan.

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang merupakan institusi kekayaan intelektual pun belum bisa berbuat apa-apa jika ada kebudayaan Indonesia --yang tergolong kekayaan komunal-- diklaim negara lain karena tidak ada pegangan hukum.

"Kalau ada negara lain mau menggunakan kebudayaan kita tidak masalah asal izin dulu, asal jangan klaim itu milik mereka. Tetapi, kalau ada yang klaim, HKI juga tidak berbuat apa-apa. Belum ada undang-undang yang melindungi," kata Ketua Koordinator Timnas Penanggulangan Pelanggaran HKI Surahno, usai acara pelatihan Hak Kekayaan Intelektual bagi wartawan di Jakarta, Rabu.

Menurut Surahno Rancangan Undang-Undang Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional (PTEB) telah dicanangkan sejak lima tahun lalu. Selama 24 kali pertemuan 167 negara anggota WIPO (organisasi hak kekayaan intelektual dunia), ternyata belum menghasilkan apa-apa.

"Untuk melindungi kekayaan komunal, kita sudah diajukan proposal perlindungan legal internasional untuk melindungi sumber hayati, kebudayaan, dan lain-lain. Tetapi belum disetujui. Golongan dari negara maju seperti Amerika dan Eropa tidak mau, karena mereka tidak punya apa-apa," jelasnya.

Beberapa waktu lalu marak berita tentang warisan kebudayaan Indonesia yang diklaim oleh Malaysia sebagai miliknya. Seperti angklung asal Jawa Barat yang disebut berasal dari kota Johor, Malaysia, namun pemerintah Malaysia membantah melakukan klaim.

Belum berhenti disitu, Malaysia lewat "website" atau laman Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan malaysia memasang gambar Reog Ponorogo yang disebut sebagai Tari Barongan asal Malaysia. Begitu pun dengan Tari Pendet asal Bali yang muncul dalam iklan pariwisata "Visit Malaysia".

Lagu "Rasa Sayange" juga tak luput dari klaim Malaysia yang menggunakannya dalam iklam pariwisata masyarakat berjudul "Malaysia, Truly Asia". Lagu asal Maluku yang di Malaysia disebut "Rasa Sayang" itu dicampur dengan Bahasa Inggris, Melayu, dan Mandarin.

Bahkan, batik yang merupakan warisan kebudayaan kebanggaan Indonesia pun diklaim oleh Negeri Jiran tersebut. Klaim ini menimbulkan gelombang protes yang cukup besar di Indonesia hingga akhirnya ditetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh Unesco pada 2 Oktober 2009. Bahkan pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Sebagai negara kepulauan dengan jumlah 34 provinsi, Indonesia kaya akan berbagai macam budaya yang indah nan unik. Akan tetapi di satu sisi, budaya Indonesia pun rawan diklaim negara lain apalagi tanpa ada undang-undang yang dapat melindungi warisan kebudayaan Indonesia.

Surahno mengatakan hal ini bisa diantisipasi dengan melakukan inventarisasi kekayaan komunal seluruh Indonesia seperti negara India yang memiliki perpustakaan data budaya tradisional.

"Ketika undang undang belum ada, kita inventarisasi dulu supaya punya bukti bahwa itu milik kita," ujarnya.

Untuk inventarisasi kekayaan komunal, lanjut Surahno, sudah dilakukan sejak tahun 2011.

Ia juga berpendapat bahwa masyarakat harus melestarikan budaya Indonesia agar identitas itu terus melekat. Selain itu, ada undang undang hak cipta pasal 10 UU 19 thn 2002 meskipun belum benar-benar melindungi secara hukum.

"Disitu disebut semua kebudayaan milik negara, negara asing yg ingin menggunakan itu harus izin," katanya. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:38 WIB WIB

Kompolnas Minta Polri Proposional Tangani..


Nasional - Hari ini, jam 06:34 WIB WIB

Indonesia Pasar Terbesar Komponen Otomotif..