Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Nasional - 10/03/2014 10:49 WIB

Nanan: Revisi KUHP dan KUHAP Bukan untuk Pribadi

Jakarta, (Antara Sumbar) - Mantan Wakil Kepala Polri Komjen Pol Nanan Soekarna mengingatkan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang sedanng berlangsung di lembaga legislatif bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

Revisi itu hendaknya mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, kata Nanan melalui siaran persnya yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan di sela peresmian Rumah Makan Family Benteng Indah Cabang Pondok Indah, milik istri pengacara Fredrich Yunadi, Jakarta, Minggu, ia menjelaskan bahwa kini aparat penegak hukum ke depan untuk tidak hanya fokus pada penegakan hukum semata, tapi juga bagaimana mencegah agar tidak terjadinya kejahatan, termasuk kejahatan korupsi.

Untuk itu ia mendukung revisi KUHP dan KUHAP. Namun ditekankan bahwa revisi itu hendaknya ditujukan bukan untuk kepentingan pribadi, tapi kepentingan bersama bangsa dan negara.

"Kita prihatin lebih dari 340 kepala daerah tersangkut masalah hukum," tegas Komisaris Jenderal (Purn) Nanan Soekarna itu.

Revisi KUHP dan KUHAP tersebut harus mencerminkan bukan hanya untuk penegakan hukum semata, tapi juga bagaimana mencegah agar orang terhindar dari perbuatan yang melanggar hukum, katanya lagi.

Selain itu yang lebih penting lagi menurut dia, bagaimana hukum itu dapat menyadarkan terpidana agar tidak lagi melakukan kejahatan serupa ke depannya.

"Inilah saya menghendaki agar hakim, jaksa, polisi dan pengacara untuk duduk bersama dalam mencari solusi, bahwa hukuman yang diberikan kepada seseorang atas perbuatannya, dan vonis hukumannya itu bukan karena balas dendam," papar Nanan.

Pengacara Fredrich Yunadi mengatakan dirinya setuju dengan yang disampaikan Nanan itu, bahwa KUHP dan KUHAP hasil revisi nanti harus mengedepankan pencegahan, bukan hanya penindakkan.

Fredrich menegaskan dirinya optimis KUHP dan KUHAP yang baru akan diselesaikan sebelum periode anggota DPR sekarang ini berakhir.

"Sebetulnya, waktu singkat DPR sekarang ini pembahasannya tinggal ketuk palu saja, dari poin-poin dalam KUHP dan KUHAP tersebut, karena mereka sudah matang," ia menjelaskan. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 18/12/2014 09:46 WIB WIB

Polri Masih Periksa Intensif 12 WNI yang..


Nasional - 18/12/2014 09:44 WIB WIB

KPK Tahan Mantan Sekjen Kementerian ESDM..