Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nusantara - 16/04/2013 04:29 WIB

Gas 3 Kg Kembali Langka di Batam

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

Batam, (Antara Sumbar) - Gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram di Kota Batam kembali menghilang dari sejumlah pangkalan sejak beberapa hari terakhir.

"Sejak pagi lebih dari 10 pangkalan saya kunjungi. Tidak ada satupun yang memiliki persediaan gas elpiji tiga kilogram," kata warga Taman Anungerah Ideal Batam Centre, Diah Susanti, Selasa.

Ia mengatakan, sejak sepekan terakhir sudah mengalami kesulitan mencari elpiji tiga kilogram.

"Sejak sepekan terakgir sudah langka. Namun barang itu masih bisa didapat. Hari ini kelangkaan semakin menjadi, hingga semua agen tidak memiiki persediaan lagi," kata dia.

Penjual mie ayam dan baso di Botania Gaeden, Sukarno mengatakan terpaksa menutup warungnya lebih awal karena tidak mendapatkan elpiji untuk memasak.

"Elpijinya habis, gak bisa masak lagi. Terpaksa kami tutup lebih awal. Kami masih menunggu elpiji untuk berjualan lagi," kata dia.

Ia mengatakan, setiap hari setidaknya menghabiskan tiga gas elpiji ukuran tiga kilogram untuk membuat baso dan mie ayam.

Pemilik pangkalan di Batam Centre, Ali mengatakan sudah hampir seminggu tidak mendapat pasokan elpiji dari distributor Pertamina.

"Sudah hampir seminggu pasokan tidak ada. Kami belum tahu lagi kapan akan dikirim," kata pemilik pangkalan elpiji di Batam Kota, Suparno, Selasa.

Ia mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir pasokan sudah terus mengalami penurunan dan jadwalnya tidak bisa dipastikan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan belum mendapat laporan kelangkaan elpiji tiga kilogram di Batam.

"Kami belum mendapat laporan. Namun menurut Kami, kelangkaan terjadi karena kuota untuk Batam belum turun, sementara penyalurannya setara dengan 2012," kata dia.

Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut memungkinkan terjadi kelangkaan karena kuotanya tidak relefan dengan kebutuhan yang terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Amsakar mengatakan, pergantian pimpinan PT Pertamina Wilayah Kepri kemungkinan juga berpengaruh terhadap kelancaran pasokan di Batam. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Lulus PTN Jadi Acuan Penghargaan UN

PERSPEKTIF

Masyarakat Tunggu Janji Parpol

Oleh: Ahmad Buchori

Pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sepertinya bakal menghadapi sejumlah tantangan berat, sehingga keseriusan dan fokus penyelenggara negara..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - Hari ini, jam 10:11 WIB WIB

Setnas Jokowi Sesalkan Beredarnya SMS Kampanye..


Nusantara - Hari ini, jam 09:53 WIB WIB

Pleno Rekapitulasi Suara, Polisi-TNI Jaga Ketat..