Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Nusantara - 29/05/2013 07:17 WIB

Tanjabtim Rugi Rp3,5 Triliun Akibat Migas Petrochina

Jambi, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi mengungkapkan, daerah itu mengalami kerugian sebesar Rp3,5 triliun per tahun akibat beroperasinya tanpa izin sejumlah sumur migas milik PetroChina.

"Pemkab Tanjabtim telah menghitung kerugian akibat beroperasinya sumur migas tanpa izin milik PetroChina yang mencapai Rp3,5 triliun per tahun," kata Sekda Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Sudirman, di Muarasabak, ibukota Tanjabtim, Rabu.

Sejak tim Pemkab Tanjabtim turun melakukan investigasi terhadap kasus izin lokasi sumur bor PetroChina, banyak ditemukan kejanggalan tentang izin lokasi perusahaan asing itu untuk mengeksploitasi minyak dan gas di Kabupaten Tanjabtim.

Tim menemukan puluhan titik sumur bor milik PT PetroChina yang tidak memiliki izin sampai izin yang sudah habis dan tidak diurus kembali.

"Hasil invistigasi tim Pemkab Tanjabtim menemukan, sejak Maret 2006 hingga Maret 2011, pihak PetroChina tidak pernah mengurus izin lokasi sumur migas tersebut," kata Sudirman.

Tim mencatat ada total 139 titik sumur dari 52 lokasi di dua Kecamatan Geragai dan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjabtim yang dimiliki PetroChina dan ditemukan sebanyak 26 titik sumur bor migasnya yang tidak memiliki izin lokasi.

Pada 23 April 2012, tim menemukan izin lokasi pengeboran migas PetroChina habis di beberapa lokasi dan Pemkab sudah menyurati pihak perusahaan asing itu untuk bisa segera mengurus izin tersebut.

"Bahkan Pemkab Tanjabtim sudah menurunkan nilai biaya untuk pengurusan perizinan lokasi tersebut dari Rp50 juta menjadi Rp25 juta perlokasi, namun hal ini juga tidak membuat pihak PetroChina mengurus izinya malah mengabaikannya," kata Sudirman.

Pemkab Tanjabtim sudah menentukan sikap jika permasalahan izin ini tidak juga diselesaikan sesuai kesepakatan, Bupati mengancam mencabut semua izin lokasi pengeboran migas milik PetroChina, selain itu juga akan mengambil langkah melalui jalur hukum.

"Pemkab siap melakukan dan menempuh jalur hukum bila upaya proses administrasinya lebih dahulu dilakukan dan gagal disepakati kedua belah pihak," kata Sudirman.

Pemkab Tanjabtim sudah melaporkan kasus penyegelan terhadap 12 lokasi sumur bor migas milik PetroChina kepada Pemprov Jambi secara lisan kepada Wakil Gubernur Fahrori Umar.

Pihak Pemkab Tanjabtim sendiri tidak pernah mengetahui berapa hasil produksi migas yang dihasilkan oleh PetroChina per tahunnya karena mereka hanya melaporkan ke pusat.

Pada Jumat pekan lalu Pemkab Tanjabtim melalui Asisten II Arifudin telah menyegel puluhan sumur bor migas milik PetroChina di tiga lokasi yang ada dua kecamatan karena tidak memiliki izin.

Pemkab Tanjabtim sudah menyepakati dengan pihak PetroChina untuk menindaklanjutinya tetapi sampai saat ini belum juga diurus izin lokasi sumur tersebut.

Secara resmi lokasi sumur migas milik PetroChina yang disegel ada di lokasi Not Geragai Desa Pandan Jaya Kecamatan Geragai ada lima sumur yang disegel, kemudian Desa Pandan Jaya Kecamatan Geragai nama lokasi Makmur VIII ada lima sumur. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - 21/12/2014 12:39 WIB WIB

Menpora akan Hadiri Penutupan POM Asean Palembang..


Nusantara - 21/12/2014 12:37 WIB WIB

Pengamat: Program Pembangunan Desa Percepat..