Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nusantara - 21/06/2013 08:40 WIB

BPPTK: Masyarakat Waspadai Aktivitas Merapi

Yogyakarta, (Antara Sumbar) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk tidak mengurangi kewaspadaan kemungkinan terjadi erupsi Gunung Merapi, sekalipun kegiatan seperti 2010 diperkirakan dalam waktu dekat ini tidak terjadi.

"Kepada masyarakat agar terus waspada dan tetap memantau aktivitas gunung sekalipun jika dipelajari secara ilmiah erupsi besar seperti 2010 kecil kemungkinan," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, di Yogyakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan kepada wartawan nasional dan lokal saat meninjau lokasi rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascaerupsi Merapi.

Erupsi normal Merapi, kata Subandriyo , biasanya berlangsung tiga hingga lima tahun sekali, sementara erupsi dahsyat tahun 2010 berlangsung 100 kali setahun.

Tapi hal itu sebaiknya tidak bisa menjadi pedoman, mengingat gunung tersebut merupakan gunung aktif maka sewaktu-waktu erupsi bisa saja terjadi.

"Kita tidak menakut-nakuti tapi diimbau warga terutama yang lokasinya berdekatan dengan Merapi agar terus waspada," kata Subandriyo.

Secara normal, ingatnya erupsi Merapi dalam kapasitas tidak terlalu bahaya biasanya terjadi tiga sampai lima tahun sekali. tapi sekalipun dalam erupsi normal tapi warga tetap harus waspada.

Pihaknya, katanya, setiap hari selama 24 jam melakukan pengawasan terhadap aktivitas Merapi melalui peralatan canggih yang dipantau dari kota Yogyakarta.

BPPT sudah memiliki alat pemantau modern aktivitas Merapi, Yogyakarta, yang mampu mendeteksi kegiatan gunung api itu lebih akurat dan dini kepada warga jika terjadi bahaya.

Menurut dia, alat pemantau gunung api yang dimiliki BPPTK tersebut sudah sepadan dengan yang ada di Jepang dan Amerika Serikat, dua negara yang juga memiliki banyak gunung api aktif.

Indonesia memang mereferensi alat pencatat gunung api dari dua negara itu, mengingat keduanya sudah memiliki pengalaman dalam mendeteksi aktivitas gunung api.

Dikatakan, erupsi Merapi 2010 memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya alat pendeteksi dini modern gunung api, agar bisa menyampaikan kepada warga bahwa bahaya akan datang.

Sekalipun pihaknya sudah memiliki alat pendeteksi dini erupsi Merapi, masyarakat sekitar Merapi agar tetap mewaspadai dan menggunakan kemampuan alamiah untuk mengetahui jika bencana sudah dekat. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

KPU Padang Fokus Tahapan Pilpres

PERSPEKTIF

Masyarakat Tunggu Janji Parpol

Oleh: Ahmad Buchori

Pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sepertinya bakal menghadapi sejumlah tantangan berat, sehingga keseriusan dan fokus penyelenggara negara..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - 24/04/2014 09:39 WIB WIB

Bentrok Berebut Tambang Emas Dua Warga Tewas..


Nusantara - 24/04/2014 08:35 WIB WIB

Pelatih Sriwijaya FC Waspadai Lini Depan Persik..