Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Berita

Padang Panjang - 02/06/2013 02:05 WIB

Kebuntuan Ide Kendala Mayoritas Dihadapi Penulis Pemula

Muhammad Subhan (Kanan) menerima kenang-kenangan dari panitia Workshop Menulis yang

Muhammad Subhan (Kanan) menerima kenang-kenangan dari panitia Workshop Menulis yang diadakan FKI Tazkiyah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumatera Barat, Sabtu (1/6)

Padangpanjang, (Antara Sumbar) – Kebuntuan ide dan sulitnya mengembangkan tulisan adalah kendala atau keluhan yang sering dialami bagi sebagian besar penulis pemula sehingga menjadi “momok” yang menakutkan.

Banyak tulisan yang telah ditulis tetapi mentok di tengah jalan, akhirnya tak pernah selesai ditulis, karena kekurangan ide, kata Ketua Umum Forum Aktif Menulis Indonesia (FAM) Muhammad Subhan di Padangpanjang, Minggu.

Menurut dia, kebuntuan ide menulis bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya jenuh, kurang membaca, dan enggan melakukan riset. Kejenuhan lumrah dihadapi banyak orang, maka yang dibutuhkan adalah beristirahat sejenak dan melakukan aktivitas yang dapat menyegarkan pikiran, salah satunya berwisata.

“Begitu pun, penulis yang kurang membaca buku, dia akan kehabisan amunisi kata-kata. Membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.

Walaupun menulis fiksi (puisi, cerpen, novel), papar Muhammad Subhan, penting sekali dilakukan riset. Riset adalah upaya untuk memperdalam fokus tulisan dan memperkuat data-data pendukung bila diperlukan.

“Sederhananya begini, orang yang tinggal di gunung tidak pernah ke laut, maka dia akan sulit menuliskan keindahan laut dengan suara ombaknya yang berdebur. Begitu pun, orang yang tinggal di laut tidak pernah ke gunung, ia akan sulit menulis keindahan alam di gunung," katanya.

Menurut dia, ide menulis bisa didapat di mana saja seperti, di rumah, di pasar, di sekolah atau kampus, di lingkungan masyarakat, bahkan pada diri sendiri. Ide berkelebat setiap saat, di mana saja dan kapan saja.

“Seorang penulis harus menghidupkan kepekaan rasa dan jiwanya sehingga dapat menangkap peluang-peluang ide setiap saat yang dia lihat, dengar, dan merasakan. Melihat tukang ojek atau orang ngerumpi pun, bagi penulis bisa mendatangkan ide,” katanya.

Penulis sukses harus fokus menulis walau dia bekerja di lapangan pekerjaan apa pun. “Fokus dan serius inilah yang membawa seorang penulis pada puncak kesuksesannya,” kata dia. (ben/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

3000 Aparat Amankan Daerah Rawan Macet

PERSPEKTIF

Puasa dan Piala Dunia 2014

A.R. Loebis Oleh: A.R. Loebis

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brazil sudah selesai digelar dan ada hikmahnya bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina yang tidak lolos ke..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Padang Panjang - 23/07/2014 02:03 WIB WIB

Pemkot Siapkan Delapan Masjid Alternatif Shalat Id..


Padang Panjang - 23/07/2014 11:26 WIB WIB

Polres Padang Panjang Petakan Daerah Rawan Macet..