Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Berita

Padang - 25/03/2013 08:52 WIB

Budaya Buru Babi Ancam Habitat Harimau Sumatera

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). (Antara)

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Budaya buru babi yang kerap dilaksanaka di beberapa daerah di sumatera Barat mengancam keberadaan dan habitat Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Rusdiyan Aritonga dalam acara Seminar Nasional tentang Konservasi Harimau di Universitas Andalas, Padang, Senin.

Rusdiyan menjelaskan dalam satu tahun diperkirakan Harimau Sumatera membutuhkan konsumsi babi sebanyak 50 ekor.

"Apabila babi tersebut diburu dan ditangkap oleh masyarakat, maka Harimau Sumatera tersebut akan kehilangan makanannya," sebut dia.

Dalam jangka waktu lama, imbuh dia, harimau tersebut akan bermigrasi ke tempat lain. Selain itu juga memungkinkan berkurangnya populasi harimau disebabkan oleh kematian.

Sehingga, katanya, kondisi ini dapat menjadi faktor utama terancamnya habitat Harimau Sumatera di Sumbar.

Dia mengungkapkan, sejak tahun 1994 keberadaan Harimau di sumatera tinggal 500 ekor. Dan tiap tahunnya diperkirakan jumlah ini akan terus mengalami penurunan.

Menurut data BKSDA, untuk wilayah Sumbar terdapat 77 persen habitat harimau yang tersebar di seluruh daerah. "Hanya kota Bukittinggi, Padang Panjang dan Kepulauan Mentawai saja yang tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera," ujar dia.

Pada daerah tersebut, kata dia, budaya masyarakat buru babi sangatlah marak terjadi. Sejauh ini BKSDA bersama instansi lain yang bergerak dalam perlindungan Harimau Sumatera telah melakukan berbagai usaha termasuk pemantauan, translokasi, hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Namun demikian, masih rendahnya kepedulian masyarakat, dan minimnya dana menjadi faktor pembatasnya.

"Jika ini terjadi terus menerus akan menyebabkan kepunahan Harimau Sumatera lebih cepat," kata dia.

Sementara itu Adiyanto dari Lembaga Perlindungan Spesies Liar menambahkan selain buru babi tersebut, faktor lain yang dapat mempercepat kepunahan Harimau Sumatera yakni perburuan dan perdagangan liar.

Untuk itu, usaha yang paling tepat untuk mencegah hal tersebut tentunya melalui badan hukum.

"Pelaku perburuan harimau dan pedagang liar harimau itu harus dihukum seberat-beratnya," kata dia. (**/den/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Padang - Hari ini, jam 10:06 WIB WIB

Walikota Apresiasi Partisipasi Warga Aia Pacah..


Padang - 27/11/2014 08:31 WIB WIB

Pengacara Bentak Polisi karena Tak Tahu Alasan..