Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Berita

Provinsi - 17/07/2013 07:50 WIB

BI Bekukan Delapan BPR di Sumbar


Padang, (Antara Sumbar) - Bank Indonesia perwakilan Kota Padang, Sumatera Barat sejak 2010 hingga 2013 telah membekukan delapan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di provinsi tersebut.

BPR yang dibekukan itu di antaranya BPR Smadang, BPR Salim Paung, BPR Samudra Air Tawar, BPR Salido Empati, BPR Artha Nagari dan BPR Junjung Sirih, kata Divisi Pengawasan Bank BI Perwakilan Wilayah VIII Agus Priyanto, di Padang, Rabu.

"Ini hendaknya menjadi peringatan bagi BPR lainnya di daerah ini agar selalu mengikuti aturan perbankan," ujarnya.

Sementara nasib nasabah BPR yang ditutup itu, tambah Agus Priyanto, mereka tidak perlu khawatir. Bagi nasabah yang mendapatkan suku bunga di atas ketentuan akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Bagi nasabah yang masih memiliki kredit, dapat dibayar dengan cara ''take over'' pada bank lainnya," jelasnya.

Ia mengatakan, Bank Indonesia sendiri berperan sebagai pengawas BPR, pemberi izin dan pengatur dari BPR itu sendiri. Sebagai pengawas, BI berhak memberi sanksi pada BPR yang dinilai telah melanggar ketentuan yang berlaku.

"Begitu juga untuk pemberian Izin, BI berhak mencabut pemberian izin jika dinilai BPR tersebut sudah tidak layak beroperasional," katanya.

Menurut dia, pencabutan izin BPR ini hanyalah sebagian kecil dari kasus yang mencoreng eksistensi lembaga keuangan. Padahal sebenarnya sebagai lembaga keuangan mikro, BPR mestinya menunjukkan perkembangan menggembirakan dengan pencapaian pertumbuhan yang meningkat 10 persen setiap tahunnya.

"Menurut ketentuannya, pertum buhan BPR itu setiap tahunnya adalah 10 persen, untuk perbankan swasta dengan pertumbuhan 20 persen dan Bank Syariah dengan pertumbuhan mencapai 50 persen setiap tahun," ujarnya.

Masalah kredit macet yang masih menjadi persoalan utama BPR sehingga masuk dalam kategori tidak sehat. "Kredit macet tersebut akan menggerus modal di bawah ketentuan, yang berakibat bank mikro tersebut masuk dalam pengawasan khusus," jelas Agus Prayitno.

Ia menambahkan, prospek lembaga perbankan di Sumbar cukup baik. Animo masyarakat terhadap lembaga perbankan pun menjadi faktor pertumbuhan lembaga tersebut.

"Ini ditambah lagi kondisi perekonomian Sumbar yang semakin membaik, lembaga perbankan harus menjalankan sesuai dengan aturan yang ditetapkan," ulasnya. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Provinsi - 20/11/2014 09:38 WIB WIB

Arkadius: Kenaikan Harga BBM Berdampak Luas..


Provinsi - 20/11/2014 09:23 WIB WIB

Empat Petisi Limamira akan Dikirim ke Pemerintah..