Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Nasional - 02/04/2013 12:12 WIB

Hajriyanto: Aspek Empat Pilar Prioritas Kurikulum 2013

Hajriyanto Y Thohari

Hajriyanto Y Thohari

Jakarta, (Antara Sumbar) - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari menilai aspek empat pilar harus menjadi prioritas dalam penyusunan Kurikulum 2013.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar ini harus menjadi prioritas dalam membekali aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa," katanya dalam Seminar Penguatan Empat Pilar Kebangsaan di Dunia Pendidikan yang bertajuk "Mengukuhkan Pendidikan Kewargaan bagi Kokohnya Nilai-nilai Kebangsaan" di Jakarta, Selasa.

Hajriyanto mengatakan hal tersebut merupakan upaya yang signifikan bila dunia pendidikan bisa mengaktualisasikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar.

Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Tak terkecuali, di dunia pendidikan dengan melibatkan berbagai aktor pendidikan, terutama kepala sekolah, guru dan siswa," katanya.

Menurut Hajriyanto, aktor-aktor pendidikan tersebut menjadi wahana bagi pembentukan generasi penerus kepemimpinan bangsa.

Dia berharap pihak pemerintah dan sekolah diharapkan mampu meneruskan dan menerapkan langkah-langkah strategis dalam menanamkan karakter luhur.

"Karakter luhur itu lah yang menjadi jati diri bangsa dalam proses pendidikan yang selama ini di jalani," katanya.

Dia menambahkan, dengan demikian tercipta generasi muda, para pelajar yang sadar akan tanggung jawabnya sebagai penerus bangsa di masa mendatang.

Berdasarkan hasil penelitian Maarif Institute pada 2011, ditemukan satu kecenderungan lunturnya nilai-nilai nasionalisme di kalangan pelajar.

Hal tersebut ditandai dengan rendahnya penghargaan atas Bhinneka Tunggal Ika di tengah tingginya sikap intolerasi generasi muda terhadap keragaman suku, agama dan budaya masyarakat di Indonesia.
"Bangsa Indonesia itu sangat plural dan tersegmentasi, berbeda dengan bangsa Amerika yang juga plural, tetapi merata di berbagai daerah. Jadi jika ada permasalahan bisa direspon secara komunal bukan individu," katanya.

Hal tersebut, menurut dia, bisa memicu timbulnya radikalisasi, intoleransi dan konflik jika tidak ditanamkan nilai-nilai luhur empat pilar tersebut.

"Ini adalah suatu kemukjizatan. Karena itu, masa depan NKRI tidak boleh 'taken for granted'," katanya. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - 25/10/2014 08:53 WIB WIB

Nusa Utara Lestarikan Musik Bambu dan Tari..


Nasional - 25/10/2014 08:52 WIB WIB

Roy Suryo Masih Berharap Koni-Koi Bersatu..