Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Berita

Provinsi - 30/07/2013 10:56 WIB

Polda Sumbar Buru Bandar Besar Judi Togel

Padang, (Antara Sumbar) - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Barat memburu bandar besar yang mengontrol bisnis judi toto gelap jaringan internasional.

"Pihaknya sedang mengejar bos besar yang mengontrol bisnis judi togel," kata Direktur Reskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Adi Karya Tobing di Padang, Selasa.

Pihaknya telah mendapatkan identitas bos bandar judi tersebut. Hal itu, berdasarkan pengakuan tujuh bandar judi togel yang ditangkap di daerah Balai Panjang, dekat SPBU Ngalau Sampik, Kabupaten Limapuluh Kota.

"Bos bandar judi togel yang menjadi buronan tersebut berinisial J berdomilisi di daerah Pekanbaru," ujar dia.

Polda Sumbar berkoordinasi dengan Polda Riau untuk meringkus bos yang mengontrol bisnis judi togel interansional tersebut.

"Bos bandar judi togel tersebut diperkirakan masih berada di daerah Pekanbaru, makanya kita koordinasi dengan Polda Riau untuk menangkap bos tersebut," kata Adi Karya Tobing.

Dia mengatakan saat ini, tujuh bandar judi togel merupakan jaringan internasional yang ditangkap petugas di daerah Balai Panjang, dekat SPBU Ngalau Sampik, Kabupaten Limapuluh Kota masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumbar.

"Para tersangka yang ditangkap tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda, ada yang sebagai pengumpul pemasang nomor dan juru hitung," kata dia.

Ia menjelaskan para bandar judi togel jaringan internasional itu, sudah lama menjadi incaran jajaran Polda Sumbar untuk ditangkap.

"Mereka juga melancarkan aksi di daerah Pekanbaru, serta Kabupaten Lima Puluh Kota," katanya.

Petugas, katanya, selain mengamankan para bandar togel itu, juga mengamankan barang bukti berupa yang tunai sekitar Rp1,6 juta, 10 unit kalkulator, telepon seluler milik masing-masing tersangka, dan puluhan telepon seluler untuk operasional judi togel, dua rim kertas rekap nomor togel, empat kotak pulpen dan pensil, tas, "printer", satu kabel raun atau sambung, serta buku tafsir mimpi, dan STNK.

"Mereka akan dijerat Pasal 303 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," kata Adi Karya Tobing. (*/sun)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Provinsi - 22/12/2014 11:00 WIB WIB

Terdakwa Dugaan Korupsi GN-RLH Pessel Divonis Dua..


Provinsi - 22/12/2014 10:16 WIB WIB

Marlon Martua Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi..