Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Berita

Provinsi - 02/03/2014 08:54 WIB

Bawaslu Selidiki Caleg Kampanye di Tempat Ibadah

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar) menyelidiki calon legislatif (caleg) berinisial "M" dari Partai Demokrat yang diduga berkampanye di Mushala Hasanatuddin di Kelurahan Pakan Labuah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi.

"Tim telah diturunkan untuk menyelidiki caleg yang diduga berkampanye pada Minggu (23/2) di tempat ibadah," kata Kepala Bidang Pengawasan Bawaslu Sumbar, Surya Efrimen, di Padang, Minggu.

Ia menjelaskan caleg tersebut diminta klarifikasinya terkait dugaan kampanye dimana memasang alat peraga kampanye dan membagi baju di salah satu masjid yang ada di Kota Bukittinggi.

"Kami melihat sejauh mana dugaan pelanggaran yang dilakukan caleg tersebut," ungkapnya.

Bawaslu Sumbar mengoptimalkan koordinasi dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) terkait dugaan caleg kampanye di tempat ibadah.

"Jika terbukti melakukan pelanggaran pidana, pihaknya menyerahkan sepenuhkan kepada Sentra Gakkumdu untuk mengambil tindakan," katanya.

Ia mengatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tempat ibadah merupakan salah satu tempat yang dilarang digunakan tempat berkampanye.

Selain tempat ibadah, seperti masjid dan mushalla, lokasi lain yang juga dilarang digunakan sebagai tempat berkampanye ialah lembaga pendidikan, perkantoran.

"Tempat ini harus steril dari praktik kampanye oleh caleg partai politik (parpol) maupun caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD), karena memang merupakan tempat terlarang," katanya.

Ia menjelaskan agar masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan kepala institusi berwenang, yakni Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) apabila nantinya ditemukan kembali ada caleg yang berkampanye di masjid.

"Masyarakat juga mau membantu kami untuk menjadi pelapor setiap mengetahui pelanggaran pemilu dilakukan caleg," katanya.

Sementara itu, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sumbar, Nurhaida Yetti menyatakan sesuai dengan aturan caleg dilarang melakukan kampanye di tempat ibadah, sekolah, serta perkantoran.

"Dalam aturankan sudah jelas, Undang-Undang nomor 8 tahun 2012 ayat 1 dan PKPU nomor 15 ayat 1 melarang fasilitas pendidikan dan tempat ibadah sebagai ajang kampanye," katanya.

Ia menjelaskan peserta pemilu tidak diperkenankan melakukan kampanye memakai fasilitas ibadah, sarana pendidikan, perkantoran.

"Kami juga tidak melarang jika sosialisasi caleg parpol dilaksanakan bukan di tempat umum, untuk sangsi sepenuh tanggungjawab Baswalu dan Sentra Gakkumdu," ungkapnya.

Terkait caleg kampanye di tempat ibadah, Kapolda Sumbar, Brigjen Pol Noer Ali menyatakan Sentra Gakkumdu akan menangani pelanggaran yang mengarah pada dugaan tindak pidana Pemilu.

"Kalau memang terbukti ada pelanggaran yang mengarah khusus pada tindak pidana Pemilu baru ditangani Sentra Gakkumdu," katanya.

Polda Sumbar meminta masyarakat yang menemukan adanya dugaan tindak pidana Pemilu tidak langsung melaporkan ke pihak Sentra Gakkumdu, namun terlebih dahulu harus ke Panwaslu kabupaten/kota di Sumbar.

"Laporan tersebut diproses di Panwaslu kabupaten/kota di Sumbar selanjutnya diserahkan ke Sentra Gakkumdu untuk dilakukan tindakan," katanya. (*/zon)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Provinsi - Hari ini, jam 02:04 WIB WIB

Dishutbun Sumbar Prioritaskan Program Pencegahan..


Provinsi - 27/11/2014 09:17 WIB WIB

Jaksa Minta Eksepsi Terdakwa Korupsi Retribusi..