Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Provinsi - 04/04/2014 10:04 WIB

Parpol di Dapil II Sumbar Sulit Penuhi BPP

Padang, (Antara Sumbar) - Partai Politik peserta Pemilu berada di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar II meliputi Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Koto, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan Kota Pariaman, sulit untuk memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP).

"Suara yang diperoleh parpol di dapil tersebut bakal tidak memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP) dalam pileg 2014 ini, pada penghitungan tahap pertama,"kata Ketua koordinator lembaga survey Indikator Politik Indonesia (IPI) Sumbar, Riau dan Jambi, Edi Indrizal, di Padang, Jumat.

Ia menjelaskan, belum adanya parpol memenuhi BPP pada penghitungan tahap pertama pileg itu didapati dari hasil survey yang dibuat dalam bentuk simulasi pemilihan partai dan calon legilatif DPR RI dan dilakukan saat survey dilakukan.

"Berdasarkan hasil suvie di Dapil II Sumbar, parpol peserta Pemilu memperebutkan enam kursi di DPR-RI dengan memiliki daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1,58 juta jiwa,"ujarnya.

Dari Pemilu Tahun 2009, kemudian suvie Juni 2013 Partai Demokrat terus mengalami penurunan. Kursi potensial untuk Demokrat juga diperkirakan menurun dari 2 kursi pada Pemilu 2009 menjadi hanya satu kursi.

"Dalam simulasi surat suara, Demokrat secara absolut mendapatkan dukungan terbesar sekitar 13,6 persen kurang 2,9 persen dari BPP. Demokrat akan bersaing ketat dengan Golkar yang mendapatkan suara 12,7 persen. Selisih keduanya kurang dari 1 persen, kemudian Gerindra 10,6 persen, PPP 6,4 persen, Nasdem 5,9 persen PKS 4,9 persen dan PAN 4,4 persen, sedangkan partai lian dibawah 3 persen, untuk kelompok mengambang sekitar 33,8 persen,"ungka Edi Indrizal.

Dia mengatakan, diantara calon-calon anggota legislatif dari semua parpol yang paling tinggi elektabilitas personel justru berasal dari Partai Demokrat yakni Mulyadi sudah didukung 8,2 persen.

"Hal ini disebabkan popularitas calon-calon legislatif lainnya secara umum masih rendah,"katanya.

Ia menjelaskan, rendahnya popularitas bisa menjadi berkarh, jika dalam waktu yang semakin dekat calon mampu meningkatkannya dengan pesat.

Sementara Komisioner KPU Sumbar Nova Indra menyatakan, apa yang dilakukan lembaga survey Indikator Politik Indonesia ini sebagai bahan kajian pemilu. Terlebih dalam menyangkut persoalan yang menyebabkan rendahnya partisipasi pemilih pada pileg nanti.

"Survie dilakukan tersebut merupakan masukan KPU untuk lebih meningkatkan partisipasi pemilu di Sumbar,"katanya.

Ia menjelaskan, KPU di 19 kota/kabupaten di Sumbar lebih gencar lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

"Target 75 persen partisipasi pemilih sangatlah berat, namun KPU tidak tinggal diam terus menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk mengajak memilih pada 9 April 2014,"ungkapnya.

Terkiat hasil survie dilakukan lembag Survie Indikator Politik Indonesia dimana semua partai di Dapil Sumbar 2 tidak mencapai BPP, menurut Nova Indra, hal itu belum bisa dipastikan. "Pasalnya hingga saat ini KPU masih lakukan rekap data pemilih yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Khusus,"katanya.* (*/WIJ)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Provinsi - Hari ini, jam 07:21 WIB WIB

Saldi Isra Dikabarkan jadi Menteri Kabinet Jokowi..


Provinsi - Hari ini, jam 07:22 WIB WIB

Gubernur Antisipasi Wacana Kenaikan Harga BBM..