Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Berita

Sawahlunto - 21/05/2013 09:35 WIB

KPU: Pleno Rekapitulasi Suara Tidak Bisa Diganggu Gugat

Sawahlunto, Sumbar, (Antara Sumbar) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat Mardhatillah menilai penolakan yang disampaikan saksi pasangan calon yang kalah sebagai sesuatu wajar karena tidak puas dengan hasil perolehan suara.

"Akan tetapi keputusan sidang pleno KPU ini mutlak dan tidak bisa diganggu gugat,"katanya usai memimpin sidang pleno rekapitulasi perolehan suara di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto, Selasa.

Ia mengatakan, apabila pasangan calon tidak puas dengan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara ini, dapat mengajukan keberatan ke tingkat Mahkamah Konstitusi (MK) dengan membuktikan kecurangan-kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan pilkada.

“Kalau tidak puas silakan mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi. Karena keputusan KPU telah mutlak dan tidak ada kewenangan KPU untuk merubahnya kembali,” kata Mardhatillah.

Ketua Panwaslu Kota Sawahlunto, Dwi Murini, mengatakan laporan-laporan yang disampaikan oleh tim sukses dalam sidang rapat pleno sebenarnya telah masuk ke Panwaslu dan sedang dalam proses.

“Ada 14 laporan yang masuk ke Panwaslu pasca-pencoblosan sampai sekarang. Sebagian besar yang disampaikan oleh para saksi masing-masing pasangan calon di dalam sidang rapat pleno,” kata Dwi.

Dijelaskannya, laporan-laporan yang masuk tersebut mayoritas bersifat pidana karena menunjukkan adanya pelanggaran dalam aturan pemilu. Jika dalam pengusutan dan penyelidikan terbukti bersalah, akan diserahkan ke penegak hukum terpadu (Gakumdu) terlebih dahulu sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian, katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan sidang pleno penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Sawahlunto diwarnai dengan aksi interupsi dari para saksi pasangan calon setelah ketua KPU Sawahlunto, Mardhatillah mengumumkan hasil persentase perolehan suara dan menetapkan Pasangan nomor urut 1 Ali Yusuf – Ismed sebagai pemimpin terpilih Kota Sawahlunto periode 2013-2018 di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto, Selasa.

Para saksi mengemukakan segala fakta dan temuan kecurangan yang ditemukan mereka saat pilkada diselenggarakan.

Dari hasil penghitungan dalam sidang rapat pleno ini, Pasangan nomor 1, Ali Yusuf – Ismed memperoleh jumlah suara 9.570 atau 30.02 persen. Pasangan nomor 2, Irwan Hussein – Desrial Eri memperoleh 3.791 suara atau 11,89 persen. Di pasangan nomor urut 3 Erizal Ridwan – Emeldi dengan perolehan suara 9.265 suara atau 29,06 persen.

Sedangkan pasangan independen dengan nomor urut 4, Taufik Syamsir – Nasriwan memperoleh 1.094 suara atau 3,43 persen dan nomor urut 5, Fauzi Hasan – Deri Asta memperoleh 8.161 suara atau 25.6 persen. (stn)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Sawahlunto - 07/07/2014 06:26 WIB WIB

Puluhan Mahasiswa di Sawahlunto Aksi Anti Golput..


Sawahlunto - 14/06/2014 10:16 WIB WIB

Pebalap Dihadapkan Tanjakan Tertinggi Tour de..