Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Bank Nagari
Berita

Padang - 20/06/2011 04:55 WIB

Dirjen: Persyaratan Masuk SD Jangan Terlalu Ketat

Berita lainnya Baca juga

Padang, (Antara Sumbar) - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini Non Forman dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI, Hamid Muhammad mengingatkan tes masuk Sekolah Dasar (SD) persyaratannya jangan terlalu ketat.

Pernyataan ini disampaikan Dirjen PAUDNI Kemendiknas RI, Hamid Muhammad di Padang, Senin, saat pengukuhan Forum PAUD Indonesia Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran.

Menurut Hamid, tes masuk untuk calon murid SD jangan sampai dihadapkan pula pada persyarakat yang berat-berat, artinya harus pandai baca tulis atau menghitung.

Terkait, bila diterapkan demikian khawatir berdampak terhadap spikologi anak-anak, karena mereka menganggap suatu beban dan saat tak lolos tek akan membuat mereka terpukul.

Kesempatan itu, Hamid juga mengingatkan dalam pengembangan PAUD, jangan pula sampai dieksploitasi potensi mereka, baik dalam bidang membaca atau menulis.

Namun, tenaga pengajar (tutor) harus mengarahkan anak-anak yang bermain sambil belajar itu, sesuai dengan potensi yang dimiliki dan jangan sampai dipaksakan.

Hamid mengungkapkan, pemerintah menargetkan 75 persen anak-anak Indonesia usia 0-6 tahun mengecap pendidikan sampai pada 2015. Karena hingga pertengahan 2011 baru tercatat angka partisipasi kotor anak yang ikut PAUD sebesar 53,7 persen.

Jadi, upaya mencapai target itu pemerintah dibidang pendidikan usia dini memprioritaskan pada dua fokus pelaksanaan program, yakni meningkatkan angka partisipasi pendidikan usia dini.

Dalam mendorong pencapaiannya, tambahnya, melalui peningkatan pelayanan yang maksimal dan standar, karena akan ditagih oleh Unisco nantinya yang telah perna dijanjikan pemerintah.

Kemudian menggecarkan program pembenahan satu manajemen dalam pengelolaan pendidikan usia dini, saat sudah dibuktikan pemerintah dengan adanya Ditjen khusus yang membidangi PAUDNI agar orientasi pembentukan generasi mendatang lebih terarah.

Selanjutnya program kedua, peningkatan kuantitas dan kualitas PAUD di Indonesia, serta membuat standar tenaga pendidik di tingkat pendidikan usia dini itu.

Terkait, hingga kini belum ada satu formula yang sama, dan masih beragam sehingga ada tenaga tutornya yang tamatan SLTA.

"Ke depan diharapkan tenaga didik di lembaga usia dini ini tamatan strata satu, bagi yang belum pemerintah juga akan merancang untuk melanjutkan pendidikan," katanya.

Hamid mengatakan, hingga saat ini sudah tercatat 60 Perguruan Tinggi (PT) yang sudah memiliki jurusan PAUD, situasi memudahkan bagi tenaga didik untuk melanjutkan jenjang pendidikannya.

Menyinggung masalah kesejahteraan bagi tenaga tutor pendidikan usia dini ini, tambah Hamid, pemerintah akan mengupayakan dan tentu secara bertahap.

Dalam kenjungan ke Sumbar itu, Dirjen PAUDNI Kemendiknas juga memberikan bantuan untuk 130 PAUD di Sumatera Barat, yang masing-masingnya senilai Rp8 juta yang diterima Ketua Forum PAUD Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno.

Hadir dalam acara pengukuhan pengurus Forum PAUD Sumatera Barat tersebut, para istri bupati/wali kota se-Sumbar, serta kepala jorong se-provinsi itu. (*)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

Try Reza Essra Oleh: Try Reza Essra

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Padang - 23/10/2014 08:51 WIB WIB

Curi Perabot Rumah, Buruh Lepas Disidang..


Padang - 23/10/2014 07:33 WIB WIB

Padang Gulirkan Program Stategis Sesuai Kebutuhan..