latest daily news from padang west sumatra indonesia

Kab. Dharmasraya - 01/01/1970 07:00 WIB

Harga Bokar Di Dharmasraya Bertahan

Berita lainnya Related news

Pulau Punjung, (ANTARA) - Harga bahan olah karet (bokar) alam di sentra Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, sepekan terakhir bertahan dan kini posisi jual tingkat petani senilai Rp12.500/kg dengan kadar kering 60 persen.

Informasi dihimpun ANTARA di tingkat petani pada sentra Kab. Dharmasraya, Jumat menyebutkan, posisi harga jual petani bertahan pada posisi tinggi setelah pekan sebelumnya naik rata-rata Rp500/kg.

Suhaini, petani dan juga sekretaris kelompok tani Serba Usaha, Nagari Sungai Langkok, Kec. Koto Baru, Dharmasraya, mengatakan, sepekan terakhir harga jual karet petani masih tergolong baik dan untuk harga bokar kualitas sedang Rp10.300/kg dan bokar mutu rendah Rp9.600/kg.

Meski posisi harga bokar tergolong tinggi, namun petani dihadapkan pada masalah curah hujan yang hampir terjadi tiap hari. Dampaknya petani kesulitan menyadap getah pohon karet.

Data Dinas Perkebunan Dharmasraya, menunjukan luas areal kebun karet rakyat di sentra Kab.Dharmasraya itu telah menghasilkan lebih kurang 47.358 hektar dengan produksi 24.100 ton per tahun.

Secara terpisah, Sekretaris Gabungan Perusahaan Ekspor Indonensia (GPEI) Cabang Padang, Djaswir Loewis mengatakan, harga karet pada tingkat industri sepekan terakhir cenderung turun.

Posisi harga bokar atau karet slab kadar kering 100 persen menjadi Rp25.500/kg atau turun dari sebelumnya Rp26.500/kg.

Djaswir mengatakan, kini enam industri di Padang menerima pasokan bokar 60 persen dari sentra kebun rakyat Provinsi Riau, Jambi dan hanya 40 persen asal sentra Sumbar.

Sementara ekspor karet alam melalui pelabuhan Teluk Bayur Padang dengan negara tujuan utama Amerika Serikat, disusul ke China, Kanada dan Meksiko.

Sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Barat, Masrul Zein, mengatakan sekitar 11.476 hektar kebun karet di provinsi itu perlu diremajakan. Tanaman karet di sentra Sumbar sebagian besar berumur di 24 tahun, dampaknya nilai produksi bokarnya menurun.

Akibatnya, menurut Masrul, pasokan karet berkurang ke enam pabrik pengola karet di Kota Padang padahal butuh pasokan 110.600 kg/hari.

Luas tanaman karet di Sumbar sekitar 149 ribu hektar dengan produksi 89.714 ton, sekitar 27 ribu ha diantaranya belum produksi. Sentra utama kebun karet rakyat di Sumbar yakni Kab.Dharmasraya, Pesisir Selatan, Sijunjung, Agam dan Solok Selatan. (SA)

ANTARA Sumbar

daftar komentar untuk berita Leave a comment

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

Mercure Hotel Padang
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

3000 Aparat Amankan Daerah Rawan Macet