Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Ultah ANTARA 77
Berita

Nasional - 26/10/2011 09:45 WIB

Adhyaksa Dault: Pemuda Tidak Maju dengan Sistem Parpol

Jakarta, (Antara Sumbar) - Pemuda tidak dapat maju menjadi pemimpin di karena sistem partai politik di Indonesia yang kurang kondusif, kata mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault di Jakarta, Rabu.

"Sistem kepemimpinan yang masih mengharuskan pemuda melalui jalur partai politik dan tidak mungkin ada orang dari organisasi kepemudaan dapat menjadi menteri tanpa masuk partai, kecuali dekat dengan petinggi partai," kata Adhyaksa dalam acara sarasehan Indonesia rumah kita dengan topik "Sumbangsih Pemuda untuk Indonesia".

Adhyaksa pesimis bila pada Pemilu 2014 akan muncul pemimpin muda karena pola kepartaian yang diterapkan dalam rekrutmen pemimpin di Indonesia.

"Tidak ada pemimpin muda pada 2014, alasannya pola rekrumen pemimpin kita dari kepartaian, untuk masuk ke politik mekanismenya dari partai, kalau tidak masuk partai mau muncul dari mana dia. Apa mungkin partai berani mencalonkan tokoh muda?," ujar Adhyaksa.

Menurut dia, pemerintah punya tanggung jawab untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru dengan mengalokasikan sumber daya dan pemberian akses kepada pemuda.

"Nasionalisme di kalangan pemuda perlu diperkuat dan pemerintah punya tanggung jawab untuk menciptakan hal tersebut yaitu melahirkan politisi yang negarawan, yang melayani bangsa dan negara bukan politisi yang minta dilayani," kata komisaris Bank Rakyat Indonesia tersebut.

Mantan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia tersebut mengaku hingga saat ini tidak menjadi fungsionaris partai tertentu, meski sebelumnya diberitakan aktif dalam Partai Hanura setelah hengkang dari Partai Keadilan Sejahtera pada 2010.

"Tawaran untuk masuk ke dalam partai memang banyak, tapi saya mau lihat mana yang sama pola dan cara pikirnya dengan saya, mungkin baru tahun depan saya putuskan karena 2011 ini saya masih konsentrasi untuk mengejar gelar guru besar," tambah Adhyaksa yang mengejar gelar profesor dari Universitas Diponegoro di bidang Manajemen Sumber Daya Pesisir sesuai dengan gelar kedoktorannya dari jurusan Teknik Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Meski Adhyaksa menilai bahwa parpol membatasi peran orang muda di dunia politik, namun Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diany yang juga hadir dalam acara mengatakan bahwa hal terpenting untuk menjadi pemimpin muda adalah mendapatkan kepercayaan masyarakat.

"Saya dua kali mengikuti Pilkada karena hasil yang pertama dibatalkan, tapi akhirnya tetap dapat menjadi wali kota, kesempatan untuk memimpin tidak datang dua kali, kuncinya adalah mendapatkan kepercayaan masyarakat," kata Airin yang pada masa pemilihan kepala daerah didukung delapan partai gabungan tersebut.

Airin yang juga mantan putri favorit pada pemilihan Puteri Indonesia 1996 itu membantah anggapan bila ia terpilih menjadi wali kota karena saudara ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Selain Adhyaksa dan Airin, hadir juga dalam acara tersebut Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua DPP Partai Golkar Agun Gunanjar, Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, Bupati Biak Numfor Yusuf Maryen dan penyanyi Saipul Jamil. (*/jno)

ANTARA Sumbar

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

PERSPEKTIF

Tiga Rahasia Tiongkok

Oleh: GNC Aryani

"Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri China". Peribahasa itu cukup popular di publik Indonesia untuk menggambarkan bahwa belajar tidak mengenal batas..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nasional - Hari ini, jam 06:33 WIB WIB

Kebakaran Terjadi di Pemukiman Padat Penduduk..


Nasional - Hari ini, jam 06:21 WIB WIB

Kementerian Esdm Lelang Lima Pejabat Eselon Satu..