Berita harian sumbar terkini update terlengkap

Nusantara - 16/10/2010 10:03 WIB

Petani Harus Jadi "Pemain" Langsung Agribisnis

Berita lainnya Baca juga

Bogor, (Antara Sumbar) - Sudah saatnya petani menjadi pengguna dan pemain langsung dalam mata rantai agribisnis, kata presiden Asian Federation for Information Technology in Agriculture (AFITA), Prof Dr Kudang Boro Seminar, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Prof Kudang mengatakan, petani perlu didorong menjadi pengguna dan pemain langsung dalam mata rantai agribisnis, sehingga mendapat banyak nilai tambah ekonomi.

Teknologi informasi dapat dijadikan sebagai salah satu faktor untuk mendorong petani tampil sebagai pengguna dan pemain langsung agribisnis.

"Saya kurang sependapat bila mahalnya TI dan rendahnya pendidikan petani jadi alasan pembenaran untuk tidak menjadikan petani sebagai pengguna dan pemain langsung mata rantai agribisnis," ungkapnya.

Menurutnya, bila petani menjadi pelaku utama dalam mata rantai agribisnis, mereka akan memiliki posisi tawar lebih kuat terhadap pasar, sehingga akan mendapatkan nilai tambah yang jauh lebih besar.

"Selama ini nilai tambah ekonomi agribisnis tidak dirasakan petani, karena tidak menjadi pengguna dan pemain langsung. Nilai tambahnya dirasakan oleh tengkulak dan spekulan," katanya.

Dikemukakannya, keberadaan surat kabar, website, situs jejaring sosial "facebook", "twitter", dan berbagai media informasi modern lainnya dapat dimanfaatkan petani untuk memasarkan hasil panen.

"Petani juga dapat mengakses secara langsung berbagai informasi dan peluang untuk pengembangan agribisnis," ujarnya.

Untuk mendorong petani menjadi pengguna dan pemain langsung dalam mata rantai agribisnis, kalangan organisasi profesi, perguruan tinggi, pengusaha, media, pemerintah hingga LSM, perlu berkolaborasi dalam membantu petani melalui edukasi dan inovasi.

"Para pemangku kepentingan agribisnis perlu berkolaborasi dan bersinergi untuk membantu petani naik dari lapisan obyek dan pengguna tak langsung ke lapisan subyek dan pengguna langsung dari TI dan agribisnis," ujarnya lagi.

Membiarkan petani pada lapisan yang tidak strategis dan tidak ekonomis dengan dalih mahalnya TI dan keterbatasan pendidikan petani, menjadi penyebab sulitnya petani mencapai peluang bisnis yang sehat, sehingga selalu diperalat spekulan, kata profesor yang juga sebagai direktur Direktorat Komunikasi dan Sistem Informasi IPB itu. (*)

ANTARA Sumbar

daftar komentar untuk berita Komentar Anda

indeks berita RSS Berita Sumatera Barat | ANTARA Sumbar

namaKemas Muhammad Erwansyah, S.TP
Jambi - Senin, Senin 13:44 WIB
Saya setuju sekali bahwa petani harus menjadi pemain langsung agribisnis, karena petani tidak akan mudah diperalat lagi oleh para spekulan dan petani lebih memahami kondisi lapangan agribisnis
namasuliawati
Alamat/Kota - Senin, Senin 14:49 WIB
setuju bgt dgn yg diuangkapkan bpk kudang. sdh saatnya para petani hidup layak. dgn memakai hp biasa saja sdh bisa online.

kirim komentar untuk berita Kirim Komentar

  kode:
Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Keindahan Songket Dari Silungkang

PERSPEKTIF

Takut

Irwan Prayitno Oleh: Irwan Prayitno

Semua manusia tentu pernah mengalami rasa takut. Alasannya bisa 1001 macam. Seorang pemuda atau pemudi takut tidak mendapatkan jodoh yang cocok..

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27

Nusantara - 18/05/2013 08:17 WIB WIB

Perupa Melukis Bersama di Kanvas 100 Meter..


Nusantara - 18/05/2013 07:51 WIB WIB

Menteri Sosial Resmikan RSIA Ummi di Kota Bogor..