Berita harian sumbar terkini update terlengkap

pt Angkasa Pura
Wisata Alam Kab. Dharmasraya | Rabu, 21/01/2009 10:16 WIB

pariwisata

Potensi Pariwisata Kabupaten Dharmasraya

1. Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) membujur sepanjang 345 km

disepanjang jajaran Bukit Barisan yang membujur di empat provinsi,

Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi dan sebagian beasar berada di wilayah

Sumatera Barat. TNKS berupa hutan khatulistiwa seluas 15.000 km, dengan

kekayaan flora dan fauna serta panorama alam yang menakjubkan.
Di tengah TNKS beriri gunung Kerinci (3.805 m), gunung berapi

tertinggi di Indonesia. Sebagian besar binatang menyusui yang dilindungi

seperti gajah, badak, beruang, matahari dan tapir, hidup di kawasan TNKS,

juga beberapa burung langka seperti tor-tor.

2. Wisata Air Bendung Batanghari

Bendungan ini terletak di Jorong Muaro Maung, Pulau Punjung,

Dharmasraya, sekitar 10 km dari Pulau Punjung, ibukota kabupaten

Dharmasraya. Jarak dari kota Padang ke pusat pemerintahan kabupaten

Dharmasraya itu sekitar 200 km ke arah timur, atau sekitar tiga jam

perjalanan darat dengan kendaraan bermotor. Bendung yang luas genangannya

mencapai sekitar 5 ha itu menjadi pusat rekreasi air yang sangat menarik.

Tersedia sekitar 500 perahu wisata yang siap membawa wisatawan menyusur

Sungai Batanghari ke arah hulu sampai ke Solok Selatan, untuk menikmati

pemandangan alam di kanan kiri sungai. Dengan perahu wisata bermotor itu,

wisatawan juga dapat melihat gua-gua yang penuh dengan arang burungwalet

di tebing-tebing kanan kiri sungai.
Harga sewa perahu sungai wisata cukup terjangkau, Rp 500 ribu per

hari, dengan kapasitas maksimal 10 orang. Perahu-perahu tersebut berjajar

di tepi kanan bendung, di pangkalan perahu, di pinggir Desa Sungai

Gambut. Di pangkalan perahu itu ada banyak warung makan dan toko

kelontong serta kerajinan yang siap memenuhi kebutuhan wisatawan. Ada

akses jalan beraspal yang cukup mulus ke pangkalan perahu tersebut. Hanya

dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai lokasi Bendung

Batanghari dari pemerintahan Kabupaten Dharmasraya.

3. Mitos Lubuk Larangan

Objek wisata di Dharmasrayayang agak berbau mistik adalah Lubuk

Larangan, yang terletak di Kampung Surau, sekitar 40 menit dari pusat

pemerintahan Kabupaten Dharmasraya. objek wisata ini merupakan kombinasi

antara wisata mancing di lubuk sungai yang penuh ikan, hamparan lahan

pertanian rakyat, dan perbukitan hijau di seberang sungai. Tetapi, hanya

pada waktu-waktu tertentu orang boleh memancing di lubuk tersebut. Konon,

kalau ada orang yang memancing ikan di Lubuk Larangan di luar hari yang

telah ditentukan, akan menderita sakit atau bahkan ameninggal dunia.
Menurut pengelolanya, Ketua Pemuda Kampung Surau, Muersal, Lubuk

Laranganmemang dibuat dengan tujuan konservasi alam dan biota air.

Khususnya untuk menjaga kelestarian iakn-ikan langka, seperti ikan baong,

tapa, soma, dan laupam. Tradisi memncing ramai-ramai dibuka tiap musim

panen ikan dan diumumkan kepada warga secara terbuka. Di luar musim

panen, pengunjung hanya boleh menikmati keindahan alam dan kesejukan

udaranya.

4. Objek Sejarah Dan Cagar Budaya

Terdiri dari beragam objek, diantaranya objek peninggalan sejarah dan

cagar-cagar budaya. Misalnya, Situs Cagar Budaya Rumah Raja Pulau

Punjung, Rumah Gadang Raja Siguntur, Candi Padang Roco (peninggalan Raja

Siguntur), Rumah Gadang Raja Lawe, dan Rumah Gadangb Raja Abaisiat.



kirim komentar untuk foto utama Komentar Anda

Kab. Dharmasraya lainnya Pariwisata Kab. Dharmasraya lainnya

» selengkapnya...

Aie Angek Cottage
Flash Player dibutuhkan untuk memutar video.

Bursa Pariwisata Targetkan Rp665 Milliar

Pasang Iklan dan Banner di antarasumbar.com
akses m.antarasumbar.com dari gadget mu
DEFAULT BANNER 27